Status dan Kondisi Terumbu Karang Mengunakan Metode Line Intercept Transect (LIT) di Pulau Gili Labak Sumenep

Authors

  • Rizqi Arvia Putri Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura
  • Firman Farid Muhsoni Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura

DOI:

https://doi.org/10.35316/jsapi.v16i1.4073

Keywords:

LIT, tutupan karang, Gili Labak, Tutupan karang.

Abstract

Kabupaten Sumenep memiliki banyak pulau dengan keindahan alamnya masing-masing, salah satunya Pulau Gili Labak yang memiliki ekosistem terumbu karang. Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang rapuh sehingga tergolong ekosistem yang laju kepunahannya relatif cepat jika terganggu. Kondisi terumbu karang dapat dilihat dari kerusakan fisik dan kerusakan fisiologis. Kerusakan fisik terlihat dari hancurnya koloni karang, patahnya dahan dan juga koloni yang terangkat dari substratnya. Metode Line Intercept Transect (LIT) merupakan metode pengumpulan data karang dengan menggunakan roll meter yang dibentangkan horizontal sejajar garis pantai pada kedalaman perairan antara 3-7 m dengan panjang transek 100 meter. Sedangkan status terumbu karang mengacu pada Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang (Keputusan Menteri LH No. 4 Tahun 2001). Hasil pengukuran yang dilakukan pada stasiun 1 menunjukkan persentase tutupan karang hidup sebesar 70,92% dengan status sangat baik, stasiun 2 sebesar 72,29% dengan status sangat baik, dan stasiun 3 sebesar 45,99% dengan status sedang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arfiyanto, D. (2017). Pilihan Strategi Pengembangan Wisata Gili Labak Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep. Jurnal Performance Bisnis Dan Akut, 7(1), 53–64.
Arisandi, A., Tamam, B., & Fauzan, A. (2018). Profil Terumbu Karang Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Indonesia. Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, 10(2), 76–83.
English, S., Wilkinson, C., & Baker, V. (1998). Survey Manual For Tropical Marine Resource. In Australian Institute Of Marine Science.
Fachrurrozie, A., Patria, M. P., & Widiarti, R. (2012). Pengaruh Perbedaan Intensitas Cahaya Terhadap Kelimpahan Zooxanthella Pada Karang Bercabang (Marga: Acropora) Di Perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Jurnal Akuatika Indonesia, 3(2), 244924.
Faizal, I., Kristiadhi, F., Nurrahman, Y. A., Purba, P. N., & Prasetiya, S. F. (2020). Distribusi Tutupan Terumbu Karang Di Pelabuhan Laut Bakauheni, Lampung Selatan, Indonesia. Jurnal Akuatek, 1(2), 94–103.
Isdianto, A., Luthfi, O. M., Irsyad, M. J., Haykal, M. F., Asyari, I. M., Adibah, F., & Supriyadi. (2020). Identifikasi Life Form dan Persentase Tutupan Terumbu Karang untuk Mendukung Ketahanan Ekosistem Pantai Tiga Warna. Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 5(4), 808. https://doi.org/10.28926/briliant.v5i4.537
Nayyiroh, D. Z., & Muhsoni, F. F. (2023). Evaluasi Kondisi Terumbu Karang DI Pulau Gili Labak Kabupaten Sumenep. Juvenil:Jurnal Ilmiah Kelautan Dan Perikanan, 3(4), 125–133. https://doi.org/10.21107/juvenil.v3i4.17511
Nuary, A., Trianto, A., & Suryoputro, A. A. D. (2014). Studi Korelasi Nilai Suhu Permukaan Laut dari Citra Satelit Aqua Modis Multitemporal dan Coral Bleaching di Perairan Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu. Journal Of Marine Research, 3(3), 202–210.
Patty, S. I., & Akbar, N. (2018). Kondisi Suhu, Salinitas, pH dan Oksigen Terlarut di Perairan Terumbu Karang Ternate, Tidore dan Sekitarnya. Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.33387/jikk.v1i2.891
Patty, S. I., & Huwae, R. (2023). Temperature, Salinity, and Dissolved Oxygen West and East seasons in the waters of Amurang Bay, North Sulawesi. Jurnal Ilmiah Platax, 11(1), 196–205.
Putra, A., & Husrin, S. (2017). Kualitas Perairan Pasca Cemaran Sampah Laut Di Pantai Kuta Bali. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 9(1), 57–65. https://doi.org/10.29244/jitkt.v9i1.17917
Riska, Baru, S., & Haya, la ode muh. yasir. (2013). Kelimpahan Drupella Pada Perairan Terumbu Karang di Pulau Belan-Belan Besar Selat Tiworo Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Jurnal Mina Laut Indonesia, 2(6), 69–80.
Salim, D., Yuliyanto, & Baharuddin, B. (2017). Karakteristik Parameter Oseanografi Fisika-Kimia Perairan Pulau Kerumputan Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Jurnal Enggano, 2(2), 218–228. https://doi.org/10.31186/jenggano.2.2.218-228
Sarbini, R., Kuslani, H., & Nugraha, Y. (2016). Teknik Pengamatan Tutupan Terumbu Karang dengan Menggunakan Transek Garis (Line Intercept Transect) di Pulau Kumbang Kepulauan Karimun Jawa. Buletin Teknik Litkayasa, 14(1), 33–42.
Wahib, N. K., & Luthfi, O. M. (2019). Kajian Efektivitas Penggunaan Metode LIT, PIT, dan QT untuk Monitoring Tutupan Substrat. Journal of Fisheries and Marine Researc, 3(3), 331–336.
Wijaya, N. I., Diarsvitri, W., Subur, J., & Herman, H. (2023). Pengembangan Wisata Bahari Pulau Gili Labak Melalui Digital Marketing. As-Sidanah : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 250–264. https://doi.org/10.35316/assidanah.v5i1.250-264
Zainal, J. K., Subardjo, P., & Munasik. (2014). Pemetaan Kondisi Terumbu Karang Yang Terkait Dengan Sebaran Fosfat Dan Nitrat Di Perairan Pantai Desa Karimunjawa Dengan Menggunakan Metode Sistem Informasi Geografis. Journal of Marine Research, 3(3), 155–164. https://www.neliti.com/publications/92245/pemetaan-kondisi-terumbu-karang-yang-terkait-dengan-sebaran-fosfat-dan-nitrat-di
Zurba, N. (2019). Pengenalan Terumbu Karang Sebagai Pondasi Utama Laut Kita. In Unimal Press.

Published

13-05-2025

How to Cite

Rizqi Arvia Putri, & Muhsoni, F. F. (2025). Status dan Kondisi Terumbu Karang Mengunakan Metode Line Intercept Transect (LIT) di Pulau Gili Labak Sumenep. Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan, 16(1), 106–113. https://doi.org/10.35316/jsapi.v16i1.4073

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.