Analisis Kesesuaian Ekowisata Mangrove Di Desa Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang

  • Maywa Widiya Pratiwi Universitas Trunojoyo Madura
  • Firman Farid Muhsoni Universitas Trunojoyo Madura
Keywords: Mangrove, Ekowisata, Daya Dukung Kawasan

Abstract

Kawasan hutan mangrove memiliki keanekaragaman hayati dan biota yang beragam, kawasan ini potensial dikembangkan sebagai kawasan ekowisata bahari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui indeks kesesuaian wisata, daya dukung kawasan, dan daya dukung pemanfaatan ekowisata mangrove di Desa Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. Metode pengambilan data mangrove menggunakan transek garis dan plot (Line Transect Plot). Hasil penelitian mendapatkan jenis mangrove di lokasi penelitian adalah Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, Avicennia marina, dan Aegiceras cornitulatum. Kesesuaian kawasan untuk dimanfaatkan sebagai kawasan ekowisata bahari kategori mangrove untuk semua stasiun pada kondisi sesuai bersyarat. Daya dukung kawasan menunjukkan hasil kemampuan suatu kawasan dalam menyediakan ruang bagi pemanfaatan sebanyak 199 orang per hari, sedangkan untuk per trip sebanyak 25 orang per trip. Daya dukung pemanfaatan dengan mempertimbangkan persentase kawasan untuk konservasi sebesar 10% maka diperoleh hasil sebanyak 20 orang per hari

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustin, Y. L., Muryono, M., & Purnobasuki, H. (2002). Estimasi Stok Karbon Pada Tegakan Pohon Rhizophora stylosa Di Pantai Talang Iring, Pamekasan Madura. OCTOBER 2011.

Anwar, R. (2011). Pengembangan dan Keberlanjutan Wisata Bahari di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota Makasar. Institut Pertanian Bogor.

Arisandi, P. (1999). Studi Struktur Komunitas dan Keanekaragaman Mangrove Berdasarkan Tipe Perubahan Garis Pantai di Pantai Utara Jawa Timur.

BNS. (2011). SNI 7724 : Pengukuran dan penghitungan cadangan karbon – Pengukuran lapangan untuk penaksiran cadangan karbon hutan ( ground based forest carbon accounting ). Badan Standardisasi Nasional.

Eddy, S., Mulyana, A., Ridho, M. R., & Iskandar, I. (2016). Dampak Aktivitas Antropogenik Terhadap Degradasi Hutan Mangrove Di Indonesia. Jurnal Lingkungan Dan Pembangunan, 2(2), 292–306. https://doi.org/10.31219/osf.io/xd9cb

Edi, M., Okik Hendriyanto, C., & Nur, F. (2009). Konservasi Hutan Mangrove Sebagai Ekowisata. Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 1, 51–57.

Hairiah, K., Sitompul, S., van Noordwijk, M., & Palm, C. (2001). Methods for sampling carbon stocks above and below ground. International Centre for Research in Agroforestry, Bogor, Indonesia, ASB Lecture Note 4B, pp.25. http://www.asb.cgiar.org/PDFwebdocs/LectureNotes/ASB-LN-4B-Hairiah-et-al-2001-Methods-sampling-carbon-stocks.pdf.

Hartoko, A., Chayaningrum, S., Febrianti, D. A., & Ariyanto, D. (2015). Carbon Biomass Algorithms Development for Mangrove Vegetation in Kemujan, Parang Island Karimunjawa National Park and Demak Coastal Area – Indonesia. Procedia Environmental Sciences, 23, 39–47. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2015.01.007

Johan, Y., Yulianda, F., Siregar, V. P., & Karlina, I. (2011). Pengembangan Wisata Baharidalam Pengelolaan Sumberdaya Pulau-Pulau Kecil Berbasis Kesesuaian Dan Daya Dukung. Seminar Nasional Pengembangan Pulau-Pulau Kecil Dari Aspek Perikanan Kelautan Dan Pertanian, 119–129. http://dx.doi.org/10.1016/j.cirp.2016.06.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.powtec.2016.12.055%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.ijfatigue.2019.02.006%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.matlet.2019.04.024%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.matlet.2019.127252%0Ahttp://dx.doi.o

Kauffman, J., & Donato, D. (2012). Protocols for the measurement, monitoring and reporting of structure, biomass and carbon stocks in mangrove forests. In Center for International Forestry: Vol. Working pa. https://doi.org/10.17528/cifor/003749

Ketjulan, R. (2010). Daya dukung perairan pulau hari sebagai obyek ekowisata bahari. 14(2), 195–204.

Kurniawan, F. (2011). Pemanfaatan Sumberdaya Pulau Kecil Untuk Wisata Berkelanjutan (Studi Kasus Pulau Sepanjang, Kabupaten Sumenep, Propinsi Jawa Timur). Thesis.

Laapo, A. (2010). Optimasi Pengelolaan Ekowisata Pulau-Pulau Kecil (Kasus Gugus Pulau Togean Taman Nasional Kepulauan Togean). Institut Pertanian Bogor.

Manafi, M. R., Fahrudin, A., Bengen, D. G., & Boer, M. (2009). Aplikasi Konsep Daya Dukung untuk Pembangunan Berkelanjutan di Pulau Kecil (Studi Kasus Gugus Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi). Jurnal Imu-Ilmu Perairan Dan Perikanan Indonesia, 16(1), 63–71.

Menteri Negara Lingkungan Hidup RI. (2004). Kepmen Lingkungan Hidup No. 201 Tahun 2004.

Metternicht, G. (2003). Vegetation indices derived from high-resolution airborne videography for precision crop management. International Journal of Remote Sensing, 24(14), 2855–2877. https://doi.org/10.1080/01431160210163074

Muhsoni, F. F. (2016a). Analisi Daya Dukung Pemanfaatan Pulau Gili Labak dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Seminar Nasional Perikanan Dan Kelautan VI FPIK UB, 1–6.

Muhsoni, F. F. (2016b). Modelling Of Utilization Carrying Capacity Of Sapudi Island Using. Jurnal Kelautan, 9(1), 73–84.

Muhsoni, F. F. (2017). Potensi dan Pengelolaan Pulau Gili Gili Labak. UTM PRESS.

Muhsoni, F. F. (2020). Karakteristik Kondisi Mangrove di Desa Taddan Kabupaten Sampang. Rekayasa, 13(3), 236–269. https://doi.org/10.21107/rekayasa.v13i3.9146

Nugraha, H. P., Indarjo, A., & Helmi, M. (2013). Studi Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan untuk Rekreasi Pantai di Pantai Panjang Kota Bengkulu. Journal Of Marine Research, 2(2), 130–139.

Romadhon, A., Yulianda, F., Bengen, D. G., & Adrianto, L. (2013). Perencanaan Pembangunan Gugus Pulau Sapeken Secara Berkelanjutan: Penilaian Daya Dukung Kawasan Bagi Pengembangan Wisata. Jurnal Tataloka, 15(3), 218. https://doi.org/10.14710/tataloka.15.3.218-234

Solarbesain, S. (2009). Pengelolaan Sumberdaya Pulau Kecil Untuk Ekowisata Bahari Berbasis Kesesuaian Dan Daya Dukung. Institute Pertanian Bogor.

Supardjo, M. N. (2008). Identification Of Mangrove Vegetation In South Segoro Anak, National Sanctuary Of Alas Purwo, Banyuwangi, East Java. Jurnal Saintek Perikanan, 3(2), 9–15.

Susanto, A. H., Soedarti, T., & Purnobasuki, H. (2013). Struktur Komunitas Mangrove Di Sekitar Jembatan Suramadu Sisi Surabaya. Bioscientiae, 10(1), 1–10.

Syahrial, Saleky, D., Pangaribuan, R. D., Leatemia, S. P. O., & Putri, N. R. (2019). Status Biota Penempel Pasca Penanaman Mangrove Rhizophora Spp . di Kepulauan Seribu : Studi Kasus Filum Moluska. Journal of Fisheries and Marine Research, 3(2), 172–182.

Wardhaniardhani, M. K. (2011). Kawasan Konservasi Mangrove: Suatu Potensi Ekowisata. Jurnal KELAUTAN, 4(1), 60–79.

Yulius, Rahmania, R., Kadarwati, U. R., Ramdhan, M., Khairunnisa, T., Saepuloh, D., Subandriyo, J., & Tussadiah, A. (2018). Buku Panduan (Kriteria Penetapan Zona Ekowisata Bahari) (F. Yuliand, H. A. Susanto, R. Ardiwidjaja, & E. Widjanarko (eds.)). IPB Press. https://doi.org/10.5281/zenodo.1412165

Yusuf, M. (2007). Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Kawasan Taman Nasional Karimunjawa Secara Berkelanjutan. 284.

Published
2021-10-23
How to Cite
Pratiwi, M. W., & Muhsoni, F. F. (2021). Analisis Kesesuaian Ekowisata Mangrove Di Desa Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan, 12(2), 115-125. https://doi.org/10.35316/jsapi.v12i2.1136
Abstract viewed = 40 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 29 times