Kelimpahan Clownfish (Amphiprioninae ocellaris) sebagai Bioindikator Kondisi Karang di Gili Labak, Madura

  • Yunita Vernandha Vernandha Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Universitas Hang Tuah, Surabaya
  • Nirmalasari Idha Wijaya Hang Tuah University

Abstract

Terumbu karang merupakan habitat bagi lebih dari 300 jenis karang, 200 jenis ikan, dan berbagai macam invertebrata lain seperti moluska, krustasea, spons, alga, dan biota lainnya. Anemon laut adalah hewat laut dari anggota taksonomi kelas Anthozoa, yang berbentuk bunga. Clownfish mempunyai daya tarik pada warna mempunyai corak warna dasar dengan kombinasi: merah – putih, merah – hitam dan hitam – kuning – putih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisi kondisi karang serta kelimpahan clownfish di Pulau Gili Labak, Sumenep. Penelitian ini dilakukan pada bulan oktober 2021 pada 4 stasiun pengamatan di Perairan Pulau Gili Labak, Sumenep. Metode yang digunakan untuk mengambil data kondisi terumbu karang yaitu menggunakan belt transek dengan panjang 50 m sejajar garis pantai untuk pengambilan data kelimpahan clownfish menggunakan metode UVC (underwater visual sensus) dan untuk pengambilan data kecerahan, salinitas, suhu dan kecepatan arus menggunakan data in situ (langsung). Hasil yang didapat dari penelitian ini hubungan kondisi terumbu karang dan clownfish yaitu korelasi bernilai positif dengan koefisien determinasi (R²) = 0,8048. Hubungan antara kondisi terumbu karang dan kelimpahan anemon laut yaitu korelasi bernilai negatif dengan nilai koefisien determinasi (R²) = 0,2049.

Downloads

Download data is not yet available.

References

English, SC., Wilkinson, and V Baker. 1994. Survey Manual For Tropical Marine Resources. Australian Institute of Marine Science. Townsville Australia.

Fahrul, M., and Irvan Sjafari. 2016. “Kapal Pengangkut Batu Bara Karam , Terumbu Karang Di Objek Wisata Pulau Gili Labak Terancam Rusak.” Cendana News. 2016. https://www.cendananews.com/2016/11/kapal-pengangkut-batu-bara-karam-terumbu-karang-di-objek-wisata-pulau-gili-labak-terancam-rusak.html.

Farianti, Lilis, Henky Irawan, and Arief Pratomo. 2015. “Pola Hubungan Antara Jenis Anemon Dengan Ikan Badut (Amphiprioninae) Di Perairan Daerah Pulau Pucung Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau.” ResearchGate. 2015. https://www.researchgate.net/publication/322055697_Pola_Hubungan_antara_Jenis_Anemon_Dengan_Ikan_Badut_Amphiprioninae_Di_Perairan_Daerah_Pulau_Pucung_Kabupaten_Bintan_Provinsi_Kepulauan_Riau/link/5a4f03d30f7e9bbfacfc4117/download.

Fastawa, Zakiyul Fuad, and Fannia Hidayati. 2016. “Komposisi Jenis Dan Kepadatan Populasi Porifera Di Kawasan Konservasi Sublitorial Rinon Pulo Breuh Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar.” Prosiding Seminar Nasional Biotik 4 (1): 34–36.

Ghiffar, Muhammad Albar, Andi Irham, Syawaludin A. Harahap, Nia Kurniawaty, and Sri Astuty. 2017. “Hubungan Kondisi Terumbu Karang Dengan Kelimpahan Ikan Karang Target Di Perairan Pulau Tinabo Besar, Taman Nasional Taka Bonerate, Sulawesi Selatan.” Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE 3 (2). https://doi.org/10.20956/jiks.v3i2.3002.

Irwansyah. 2018. “Gili Labak, Destinasi Wisata Bahari Di Sebelah Tenggara Pulau Madura.” Tourdejava.Net. 2018. https://www.tourdejava.net/2018/07/wisata-gili-labak-madura.html.

Mardasin, Wahyudi, T Zia Ulqodry, and Fauziyah. 2011. “Studi Keterkaitan Komunitas Ikan Karang Dengan Kondisi Karang Tipe Acropora Di Perairan Sidodadi Dan Pulau Tegal , Teluk Lampung Kab .Pesawaran, Provinsi Lampung Wahyudi.” Maspari 03: 42–50.

Muniaha, Hasan, Andi Irwan Nur, Dan Rahmadani, Mahasiswa Jurusan Manajemen, Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan, Dan Ilmu, et al. 2016. “Studi Kelimpahan Ikan Karang Berdasarkan Kondisi Terumbu Karang Di Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan [The Study of Coral Reef Fishes Abundance Based on Coral Reef Condition in Tanjung Tiram Village Kabupaten Konawe Selatan].” Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan 2 (1): 9–19.

Nybakken, J. W, and H. Muhammad Eidman. 1992. Biologi Laut : Suatu Pendekatan Ekologis. PT Gramedia. Jakarta.

Odum, E. P. 1994. Dasar-Dasar Ekologi. Edited by B. Srigandono. 3rd ed. Yogyarakarta: Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Resdiana, Enza, and Endang Widyastuti. 2019. “Jurnal Studi Manajemen Dan Bisnis Etika Perencanaan Pariwisata (Studi Pengembangan Pariwisata Pulau Gili Labak Sumenep Jawa Timur).” JSMB. Vol. 6. http://journal.trunojoyo.ac.id/jsmb.

Romadhon, Agus. 2014. “STRATEGI KONSERVASI PULAU KECIL MELALUI PENGELOLAAN PERIKANAN BERKELANJUTAN (STUDI KASUS PULAU GILI LABAK, SUMENEP).” Jurnal Kelautan 7 (2): 86–93. https://journal.trunojoyo.ac.id/jurnalkelautan/article/view/801/709.

Suharsono. 2008. Jenis – Jenis Karang Di Indonesia. LIPI Press. http://coremap.or.id/downloads/RA-Jenis2KarangIND.pdf.

Suryanti, Supriharyono, and Willy Indrawan. 2011. “Kondisi Terumbu Karang Dengan Indikator Ikan Chaetodontidae Di.” Bulletin Oseanografi Marina 1: 106–19.

Wahana, Syainullah, and Muhammad Rijal Kasim. 2018. “Keanekaragaman Jenis Dan Status Ekologi Anemon Laut Di Perairan Pulau Kambuno Dan Pulau Kodingareng,Kepulauan Sembilan, Sinjai, Sulawesi Selatan.” Jurnal SAINTEK Peternakan Dan Perikanan 2 (1): 59–66.

Zulfikar, Zulfikar, Erlangga Erlangga, and Zakiatul Fitri. 2018. “Pengaruh Warna Wadah Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Badut (Amphiprion Ocellaris).” Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal 5 (2): 88. https://doi.org/10.29103/aa.v5i2.847.

Published
2023-05-11
How to Cite
Vernandha, Y. V., & Wijaya, N. I. (2023). Kelimpahan Clownfish (Amphiprioninae ocellaris) sebagai Bioindikator Kondisi Karang di Gili Labak, Madura. Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan, 14(1), 66-75. https://doi.org/10.35316/jsapi.v14i1.2865
Abstract viewed = 414 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 536 times