Model Pengelolaan Lingkungan Tambak Udang Vaname Berkelanjutan di Pesisir Kabupaten Situbondo
DOI:
https://doi.org/10.35316/jsapi.v16i2.8165Kata Kunci:
Udang vaname, pengelolaan lingkungan, tambak berkelanjutan, Situbondo, pesisirAbstrak
Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan sektor unggulan di pesisir Kabupaten Situbondo yang berkontribusi besar terhadap ekonomi lokal, namun berpotensi menimbulkan tekanan lingkungan. Artikel ini bertujuan merumuskan model pengelolaan lingkungan tambak udang vaname yang berkelanjutan berdasarkan kajian empiris dan studi pustaka. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui sintesis data sekunder dari DKP Situbondo, BPS, serta hasil penelitian terdahulu mengenai kualitas air, sosial-ekonomi petambak, dan kelembagaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa beban limbah tambak mendekati batas daya dukung perairan (rasio 0,78), dengan kadar amonia rata-rata 0,33 mg/L pada sistem intensif. Sebagian besar petambak (65%) masih berskala kecil dan menghadapi keterbatasan modal serta akses teknologi. Penguatan kelembagaan, koordinasi lintas sektor, dan penerapan teknologi ramah lingkungan seperti bioflok, resirkulasi air, dan fitoremediasi menjadi kunci keberlanjutan. Model yang ditawarkan menekankan kolaborasi multipihak, integrasi ekosistem, dan inovasi teknologi untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas tambak dan kelestarian lingkungan pesisir Situbondo.
Kata Kunci : Udang vaname, pengelolaan lingkungan, tambak berkelanjutan, Situbondo, pesisir
Unduhan
Referensi
Aslan, L. M., & Kurniawan, F. (2021). Penerapan prinsip ekosistem dalam budidaya perikanan berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(2), 115–128.
oyd, C. E., & Clay, J. W. (2018). Evaluating environmental performance of aquaculture systems. Aquaculture Research, 49(1), 1–13.
Cao, L., Naylor, R., & Hendrickson, J. (2021). Efficiency and environmental impacts of shrimp aquaculture. Nature Food, 2(3), 213–222.
Dinas Perikanan Kabupaten Situbondo. (2023). Laporan Tahunan Produksi Perikanan Budidaya Kabupaten Situbondo Tahun 2023. Situbondo: Pemerintah Daerah.
FAO. (2010). Ecosystem Approach to Aquaculture: FAO Fisheries Technical Paper 529. Rome: FAO.
Hasan, F., & Nuraini, S. (2022). Analisis kualitas air tambak udang vaname intensif di Jawa Timur. Jurnal Akuakultur Tropis, 9(2), 55–65.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2023). Statistik Perikanan Budidaya Indonesia 2023. Jakarta: KKP.
Kusumaningrum, D., et al. (2020). Kajian daya dukung lingkungan tambak di kawasan pesisir utara Jawa Timur. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 10(1), 1–10.
Nguyen, H. T., & Boyd, C. E. (2020). Environmental indicators for intensive shrimp farming. Aquaculture Reports, 17, 100345.
Rahardjo, A. (2022). Kelembagaan adaptif dalam tata kelola akuakultur berkelanjutan di Jawa Timur. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 17(1), 45–56.
Rochmady, T., & Samawi, M. F. (2021). Efektivitas sistem bioflok terhadap kualitas air tambak udang vaname. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 12(3), 155–163.
Sari, D. A., & Yusuf, A. M. (2023). Strategi adaptasi sosial ekonomi petambak dalam menghadapi perubahan iklim di pesisir Jawa Timur. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 18(2), 98–111.
Situbondo Environmental Agency. (2024). Environmental Monitoring Report for Coastal Aquaculture Area of Situbondo Regency 2024. Situbondo: DLH.
Susanto, A., & Prasetyo, T. (2023). Pengelolaan kualitas air tambak udang berbasis IoT di kawasan pesisir. Jurnal Teknologi Lingkungan, 24(1), 25–37.
Wardani, M. F., & Hamzah, A. (2022). Rehabilitasi mangrove sebagai sistem penyangga ekosistem tambak berkelanjutan. Jurnal Mangrove dan Pesisir, 4(2), 89–98.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2025-10-19 (2)
- 2025-10-19 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Abdul Muqsith

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







