This is an outdated version published on 30-04-2025. Read the most recent version.

Distribusi Spasial Spesies Teripang (Holothuroidea) Berdasarkan Jenis Substrat di Kawasan Pesisir Desa Kenebibi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur Sebagai Upaya Konservasi

Authors

  • Suprabadevi Ayumayasari Saraswati Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana
  • I Putu Gede Eka Handrayana Putra Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana
  • Gede Surya Indrawan Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana
  • Lebrina Ivantry Boikh Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Veronika Tiadora Bon Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.35316/jsapi.v16i1.7037

Keywords:

Potensi, Sumberdaya, Teripang, Berkelanjutan

Abstract

Teripang pasir adalah salah satu hewan Echinodermata yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi, Teripang pasir dieksploitasi cukup besar sehingga berdampak pada penurunan stok teripang di alam. Penurunan stok teripang telah terjadi di beberapa perairan di Indonesia seperti perairan Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari penelitian ini mengetahui distribusi spasial habitat spesies teripang di wilayah pesisir Pantai Weain Desa Kenebibi Kabupaten Belu yang mempunyai potensi pengembangan sumberdaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif, pengambilan sampel teripang, susbtrat, dan titik koordinat lokasi dilakukan di Perairan Pantai Weain Desa Kenebibi Kabupaten Belu yang terbagi menjadi 3 stasiun pengamatan dengan 10 titik sampel di setiap stasiun. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling. Sedangkan untuk pengumpulan data sosial ekonomi, dilakukan melalui wawancara kepada masyarakat pesisir di Desa Kenebibi. Hasil penelitian ini yaitu sebaran substrat spesies Holuthuria scabra dan Holothuira fuscosgilva berdasarkan jenis substratnya, menggunakan analisis citra satelit Planet Scope selanjutnya analisis data akan dilakukan dengan sistem informasi geografis menggunkaan metode maximum likelihood. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan sebagai informasi yang mengkaji keberadaan potensi sumberdaya teripang di Desa Kenebibi, Kabupaten Belu dalam rangka melestarikan sumberdaya teripang serta mendukung sumberdaya teripang yang berkelanjutan dalam pengelolaan sebaik mungkin.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adam, L & Surya. T.A. 2013. Kebijakan Pengembangan Perikanan Berkelanjutan di Indonesia. P3DI Bidang Ekonomi dan Kebijakan Publik, Jakarta. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik. 4(2) :195-211.

Al Faroby, W., Supratman, O., & Syari, I. A. (2021). Analisis kepadatan teripang hitam (Holothuria atra) di kawasan intertidal perairan Tuing Kabupaten Bangka. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan, 15(1), 1-7.

Bordbar S, Anwar F, Saari N. 2011. High-value components and bioactives from sea cucumbers for functional foods—a review. Mar. Drugs. 9: 1761–1805. .doi.org/ 10.3390/md9101761.

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut. 2015. Pedoman Umum Identifikasi dan Monitoring Teripang. Jakarta

Deptson Baringin Silaen, I Wayan Arthana, Suprabadevi Ayumayasari Saraswati.2018 Distribusi Teripang (Holothuroidea) Pada Perairan Pesisir Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences 4(2), 263-270

Darsono, P. (2003). Sumberdaya Teripang dan pengelolaannya. Oseana, 28(2), 1-9

Domino. (2018). Investasi Dalam Bidang Pendidikan Anak Untuk Meningkatkan Kualitas Kehidupan Keluarga. 2(1), 77–85.

Joséphine Pierrat, Alexandre Bédier, Igor Eeckhaut, Hélène Magalon, dan Patrick Frouin. 2022. Sophistication in a seemingly simple creature: a review of wild holothurian nutrition inmarine ecosystems. Biology Review. 97, pp. 273–298.

Hammond, L. L. (1983). Nutrition of deposit-feeding holothuroids and echinoids (Echinodermata) from a shallow reef lagoon, Discovery Bay, Jamaica. Marine Ecology Progress Series-pages: 10: 297-305.

Hartati R, Zainuri M, Ambariyanto A, Widianingsih W, 2020. Feeding selectivity of Holothuria atra in different microhabitat in Panjang Island, Jepara (Java, indonesia). Biodiversitas 21:2233-2239.

Ichsan, A. S. (2021). Pandangan dan Tantangan Pendidikan di Indonesia. Republika.Co.Id

Martoyo J, Aji N, Winanto T. 2006. Budidaya Teripang. Penebar Swadaya, Jakarta

Manuputty GD, Pattinasarany MM, Limmon G. V & Luturmas A. 2019. Diversity and Abundance of Sea Cucumber (Holothuroidea) in Seagrass Ecosystem at Suli Village, Maluku, Indonesia. IOP Conference Series: Earth Environmental Science, 339(1).

Meydiasari, D. A., & Soejoto, A. (2017). Analisis Pengaruh Distribusi Pendapatan, Tingkat Pengangguran, dan Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan terhadap IPM di Indonesia. Pendidikan Ekonomi Manajemen Dan Keuangan, 01(02), 116– 126.

Oktamalia, O., Purnama, D., & Hartono, D. (2016). Studi Jenis dan Kelimpahan Teripang (Holothuroidea) di Ekosistem Padang Lamun Perairan Desa Kahyapu Pulau Enggano. Jurnal Enggano, 1(1), 9-17.

Paquini, Viviana. 2022. Reproductive biology and ecology of the sea cucumber Holothuria tubulosa Gmelin, 1788. Thesis. The University of Cagliari.

Purwati, P. (2005). Teripang Indonesia: komposisi jenis dan sejarah perikanan. Oseana, 30(2), 11-18.

Ramón M, Simarro G, Galimany E, Lleonart J, 2019. Evaluation of sediment particle size selection during feeding by the holothurian Parastichopus regalis (Cuvier, 1817). Reg. Stud. Mar. Sci. 31:100763.

Rasyid, A. (2018). Mengungkap potensi teripang dari Indonesia. Deepublish.

Silaban, R., Rahajaan, J. A., & Ohoibor, M. H. (2022). Kepadatan dan Keanekaragaman Teripang (Holothuroidea) di Perairan Letman, Maluku Tenggara. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 6(4), 361-376.

Published

30-04-2025

Versions

How to Cite

Saraswati, S. A., Putra, I. P. G. E. H., Indrawan, G. S., Boikh, L. I., & Bon, V. T. (2025). Distribusi Spasial Spesies Teripang (Holothuroidea) Berdasarkan Jenis Substrat di Kawasan Pesisir Desa Kenebibi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur Sebagai Upaya Konservasi. Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan, 16(1), 77–86. https://doi.org/10.35316/jsapi.v16i1.7037

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.