Pengaruh Metode Pemasakan Terhadap Kandungan Gizi Sambal Ikan Layang (Decapterus sp.)

Authors

  • Iin Susilawati Lantu Universitas Negeri Gorontalo
  • Nikmawatisusanti Yusuf Universitas Negeri Gorontalo
  • Wila Rumina Nento Universitas Negeri Gorontalo
  • Tri Tresya Hiola Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.35316/jsapi.v16i1.5998

Keywords:

ikan layang, pengeringan, pengasapan, sambal

Abstract

 

Ikan layang merupakan jenis ikan pelagis kecil yang melimpah hasil tangkapannya dibanding jenis ikan lain. Beberapa jenis ikan pelagis seperti tongkol, cakalang, bahkan tuna sering diolah menjadi produk sambel yang telah banyak dijual di pasaran. Lain halnya dengan ikan layang yang hanya diolah dengan cara digoreng, dikukus, ataupun ditumis. Sedangkan kandungan gizi ikan layang tidak jauh berbeda dengan kandungan gizi ikan pelagis lainnya. Sehingga perlu adanya diversifikasi produk sambel dari ikan layang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nutrisi dari sambal ikan layang dan menilai pengaruh metode pengolahan (pengeringan dan pengasapan) terhadap kualitas nutrisi dan sensori sambal ikan layang. Penelitian ini menggunakan dua metode pengolahan yaitu, pengeringan (oven pada suhu 60 °C selama 24 jam) dan pengasapan (asap kayu pada suhu 70 °C selama 8 jam). Pengambilan sampel sebanyak 2 kali ulangan. Sedangkan analisis nutrisi dilakukan dengan metode proksimat untuk mengukur kadar protein dan lemak. Uji sensori melibatkan 30 panelis yang menilai rasa, aroma, tekstur, dan penampakan menggunakan skala hedonik. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Tukey. Hasil organoleptik menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai sambal ikan layang dikeringkan daripada ikan layang yang diasap. Adapun hasil pengujian kandungan protein dan lemak tidak memberikan pengaruh yang signifikan, dimana kandungan protein sambal ikan asap dan yang dikeringkan berturut-turut 9,99% dan 10,48%. Sedangkan kandungan lemak sambal ikan asap dan yang dikeringkan berturut-turut 13,47% dan 13,79%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adawyah, R. (2008). Pengolahan dan Pengawetan Ikan. PT. Bumi Aksara.

Aisyi, D. R., Santoso, H., & Lisminingsih, R. D. (2019). Analisis Kadar Protein dan Vitamin C pada Sambal Ikan Sebelum dan Sesudah Diolah. Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature), 2(1). https://doi.org/10.33474/j.sa.v2i1.2957.

Asnani, A., Indriani, I., Husni, A., Ekantari, N., Suadi, S., & Wijayanti, I. (2022). Komposisi Proksimat, Sifat Sensori, dan Pendugaan Masa Simpan Sambal Ikan Bete-Bete. Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 18(2), 119–124. https://doi.org/10.14710/ijfst.18.2.119-124.

Badan Standarisasi Nasional. (2006). Bagian 4: Penentuan Kadar Protein dengan Metode Total Nitrogen pada Produk Perikanan (Patent (SNI) 01-2354.4-2006 Cara Uji Kimia).

Badan Standarisasi Nasional. (2017). Penentuan Kadar Lemak Total pada Produk Perikanan (Patent (SNI) 01-2354.3-2017).

Cahyono, E., Wodi, S. I. M., & Yanis, S. (2023). Karekteristik Pindang dari Bahan Baku Ikan Layang (Decapterus sp.). Jurnal Ilmiah Tindalung, 9(2), 16–20. https://doi.org/10.54484/jit.v9i2.570.

Dari, W., Isamu, K. T., & Nadia, L. M. H. (2022). Pengaruh Penambahan Proporsi Kerang Pokea (Batissa Violacea Var. Celebensis, Von Martens 1897) Asap yang Berbeda Terhadap Nilai Organoleptik dan Proksimat Sambal. Jurnal Fish Protech, 5(2), 166. https://doi.org/10.33772/jfp.v5i2.28395.

Hidayat, T., Nurjanah, Mardiono Jacoeb, A., & Adhitia Putera, B. (2021). Aktivitas Antioksidan Caulerpa sp. Segar dan Rebus. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 23(3), 566–575. https://doi.org/10.17844/jphpi.v23i3.33869.

Indriani, I., Asnani, A., & Sadimantara, M. S. (2021). Sambal Berbasis Hasil Perikanan Seluruh Indonesia. Jurnal Fish Protech, 4(2), 114–120. https://doi.org/10.33772/jfp.v4i2.21751.

Irianto, H. E., & Soesilo, I. (2007, November 21). Dukungan Teknologi Penyediaan Produk Perikanan. Makalah Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia 2007.

Kahiking, T., Ansar, N. M. S., & Cahyono, E. (2020). Nilai Organoleptik Bakso Ikan Layang (Decapterus Russelli), Ikan Kuniran (Upeneus Moluccensis) dan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus). Jurnal Ilmiah Tindalung, 6(2), 67–72. https://doi.org/10.54484/jit.v6i2.301.

Khairina, R., Khotimah, I. K., Yazid, M., & Fadliani, R. (2021). Chemical and Organoleptic Characteristics of Sambal Ronto. International Journal of Advance Tropical Food, 2(2), 43–50. https://doi.org/10.26877/ijatf.v2i2.7262.

Mansyur, M. H. (2021). Tingkat Kesukaan Sambal Ikan Teri (Stolephorus sp) Secara Organoleptik. Gorontalo Agriculture Technology Journal, 4(2). https://doi.org/10.32662/gatj.v4i2.1815.

Muchtadi, T. R. (2008). Teknologi Proses Pengolahan Pangan. Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Pattipeilohy, F., Moniharapon, T., & Seulalae, A. V. (2023). Aplikasi Perendaman Bertingkat Garam dan Larutan Serbuk Biji Atung terhadap Kualitas Ikan Tuna Asin Kering. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 26(3), 535–544. https://doi.org/10.17844/jphpi.v26i3.48679.

Perangin-angin, S. A. B., Kurniasih, R. A., & Swastawati, F. (2021). Kualitas Ikan Layang (Decapterus sp.) Asin Asap dengan Perbedaan Lama Waktu Pengeringan. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Perikanan, 3(2), 71–77.

Tatit, U. P., & Rahayu, S. (2013). Resep Sambal Paling Laris. Dunia Kreasi.

Utami, D. A. (2012). Studi Pengolahan dan Lama Penyimpanan Sambal Ulek Berbahan Dasar Cabe Merah, Cabe Keriting dan Cabe Rawit yang Difermentasi [Skripsi]. Universitas Hasanuddin.

Published

02-04-2025 — Updated on 06-04-2025

Versions

How to Cite

Lantu, I. S., Yusuf, N., Nento, W. R., & Hiola, T. T. (2025). Pengaruh Metode Pemasakan Terhadap Kandungan Gizi Sambal Ikan Layang (Decapterus sp.). Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan, 16(1), 1–7. https://doi.org/10.35316/jsapi.v16i1.5998 (Original work published April 2, 2025)

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.