Penerapan Algoritma Convolutional Neural Network(CNN) Deteksi Kesehatan Mata

Authors

  • Rizki Eka mulyani Politeknik Harapan Bersama
  • Muhammad Rafli Erfiyanto Politeknik Harapan Bersama
  • Fathur Rizqi Putra Pratama Politeknik Harapan Bersama
  • Tengku Dimas Aditya Politeknik Harapan Bersama
  • Muhammad Fikri Hidayattullah Politeknik Harapan Bersama

DOI:

https://doi.org/10.35316/jimi.v9i2.142-155

Keywords:

Eye Health,, Vision,, Convolutional Neural Network (CNN),, Eye Diseases, , Disease Detection

Abstract

Indra manusia memegang peranan penting dalam mengamati dan berinteraksi dengan lingkungan. Salah satu indera yang paling vital adalah penglihatan, yang difasilitasi oleh mata, yang menyediakan hingga 80% informasi yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari. Meskipun penting, kesehatan mata sering kali terabaikan, dan gangguan mata dapat menyebabkan ketidaknyamanan, gangguan penglihatan, atau bahkan kebutaan total. Penyakit seperti katarak, glaukoma, retinopati diabetik, dan kondisi mata umum lainnya menimbulkan ancaman signifikan terhadap kesehatan penglihatan. Indonesia, dengan salah satu tingkat kebutaan tertinggi di dunia, menghadapi tantangan dalam menyediakan perawatan mata yang memadai, terutama di daerah terpencil dengan akses terbatas ke dokter mata. Untuk mengatasi masalah ini, teknik pembelajaran mesin, khususnya Convolutional Neural Networks (CNN), telah digunakan untuk tugas klasifikasi gambar, termasuk analisis gambar medis. Model CNN, terutama arsitektur VGG-19, telah terbukti efektif dalam mengklasifikasikan dan mendiagnosis penyakit mata berdasarkan gambar retina dengan tingkat akurasi 96%. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode CNN menggunakan arsitektur VGG-19 untuk mengklasifikasikan berbagai penyakit mata, seperti katarak, glaukoma, retinopati diabetik, dan kondisi mata lainnya. Penelitian ini melibatkan penggunaan kumpulan data berkualitas tinggi yang terdiri dari 800 gambar berlabel di delapan kategori penyakit mata, dengan tujuan mencapai klasifikasi yang akurat. Kumpulan data tersebut diproses terlebih dahulu, dan model pembelajaran mendalam dilatih untuk meningkatkan hasil klasifikasi. Penelitian ini berkontribusi pada potensi penerapan CNN dalam membantu diagnosis penyakit mata.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1]. R. Indraswari, W. Herulambang, and R. Rokhana, “Deteksi Penyakit Mata Pada Citra Fundus Menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) Ocular Disease Detection on Fundus Images Using Convolutional Neural Network (CNN),” vol. 21, no. 2

[2]. A. Sudrajat, “Faktor risiko terjadinya katarak terhadap katarak senil pada petani di wilayah kerja Puskesmas Tempurejo Kabupaten Jember,” Multidisciplinary Journal, vol. 4, no. 2, pp. 1–6, 2020.

[3]. The International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB), “Vision Atlas,” 2020.

[4]. M. J. Burton et al., “The Lancet Global Health Commission on Global Eye Health: vision beyond 2020,” Lancet Glob. Heal., vol. 9, no. 4, pp. e489–e551, 2021, doi: 10.1016/S2214-109X(20)30488-5.

[5]. F. N. Cahya, N. Hardi, D. Riana, and S. Hadiyanti, “Klasifikasi penyakit mata menggunakan Convolutional Neural Network (CNN),” SISTEMASI, vol. 10, no. 3, pp. 1–8, 2021.

[6]. G. J. Bu’ulolo, A. Jacobus, and F. D. Kambey, “Identifikasi citra penyakit mata katarak menggunakan Convolutional Neural Network,” Jurnal Teknik Informatika, vol. 16, no. 4, pp. 375–382, 2021.

[7]. J. V. N. Rakamawati, “Klasifikasi Diabetic Retinopathy berdasarkan foto fundus menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) jenis DenseNet,” p. 83, 2021.

[8]. M. Parikesit, “Deteksi penyakit diabetes retinopati menggunakan Visual Geometry Group (VGG) 19,” unpublished, 2020.

[9]. S. Rizal, N. Ibrahim, N. K. C. Pratiwi, S. Saidah, and R. Y. N. Fu’adah, “Deep learning untuk klasifikasi diabetic retinopathy menggunakan model EfficientNet,” ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika, vol. 8, no. 3, pp. 693–700, 2020.

[10]. D. Rosmala and F. Arieffansyah, “Identifikasi citra X-ray tulang penyakit osteoporosis menggunakan Visual Geometry Group (VGG) 19,” Journal MIND, vol. 9, no. 1, pp. 1–6, 2020.

[11]. A. A. N. G. Sapteka et al., “Pendeteksi penggunaan masker wajah dengan ESP32Cam menggunakan OpenCV dan Tensorflow,” Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, vol. 21, no. 2, pp. 155–160, 2022.

[12]. H. G. Ghifari, D. Darlis, and A. Hartaman, “Pendeteksi golongan darah manusia berbasis TensorFlow menggunakan ESP32-CAM,” ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika, vol. 9, no. 2, pp. 359–364, 2021.

[13]. M. Malik, “Deteksi suhu tubuh dan masker wajah dengan MLX90614, OpenCV, Keras/TensorFlow, dan deep learning,” vol. 6, no. 1, pp. 1–5, 2022.

[14]. H. Setiawan, E. Utami, and H. Al Fatta, “Penerapan ARIMA dan artificial neural network untuk prediksi penderita DBD di Kabupaten Sragen,” Majalah Ilmiah Bahari Jogja, vol. 18, no. 2, pp. 64–78, 2020.

[15]. Saputra et al., “Analisis data sentimen kepuasan pengguna e-wallet menggunakan metode K-Nearest Neighbor,” Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (JURASIK), vol. 9, no. 2, pp. 1021–1029, 2024.

Published

19-12-2024 — Updated on 19-12-2024

Versions

How to Cite

mulyani, R. E., Erfiyanto, M. R., Pratama, F. R. P., Aditya, T. D., & Hidayattullah, M. F. (2024). Penerapan Algoritma Convolutional Neural Network(CNN) Deteksi Kesehatan Mata. Jurnal Ilmiah Informatika, 9(2), 142–155. https://doi.org/10.35316/jimi.v9i2.142-155

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.