Paradigma Positivistik dalam Analisis Epistemologis Penggunaan Ekstrak Pakis sebagai Alternatif Pengendalian Parasit pada Udang Vaname
DOI:
https://doi.org/10.35316/jsapi.v16i2.8057Kata Kunci:
Ekstrak Pakis, Epistemologi, Litopenaeus vannamei, Paradigma Positivistik, Pengendalian ParasitAbstrak
Penelitian ini mengkaji penerapan paradigma positivistik dalam analisis epistemologis penggunaan ekstrak pakis sebagai alternatif pengendalian parasit pada udang vaname (Litopenaeus vannamei). Melalui tinjauan literatur dan analisis epistemologis, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pendekatan positivistik membentuk pemahaman dan validasi pengetahuan tradisional tentang sifat antiparasit pakis dalam ilmu akuakultur modern. Paradigma positivistik menekankan verifikasi empiris, variabel yang dapat diukur, dan objektivitas ilmiah dalam mengevaluasi efektivitas ekstrak pakis terhadap parasit udang. Studi-studi sebelumnya menunjukkan bahwa berbagai spesies pakis mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang menunjukkan aktivitas antiparasit. Analisis epistemologis mengungkapkan bahwa pendekatan positivistik memfasilitasi transformasi pengetahuan ekologis tradisional menjadi praktik akuakultur yang tervalidasi secara ilmiah melalui eksperimen terkontrol, analisis statistik, dan metodologi yang dapat direplikasi. Namun, paradigma ini juga menghadirkan keterbatasan dalam menangkap pemahaman holistik sistem pengetahuan tradisional. Integrasi metode positivistik dengan sistem pengetahuan indigenous menawarkan jalur yang menjanjikan untuk mengembangkan strategi pengelolaan parasit yang berkelanjutan dan efektif pada budidaya udang vaname.
Unduhan
Referensi
Adnan, I. M., Aziz, F. F., & Ulwan, M. N. (2025). Kajian Filsafat Positivisme dan Kontribusinya Terhadap Ilmu Pengetahuan. JUPERAN: Jurnal Penedidikan Dan Pembelajaran, 04(02), 746–749. https://doi.org/10.14710/mdl.22.1.2022.21
Ahmad, S., Hassan, M., & Abdullah, R. (2020). Antiparasitic activity of Asplenium nidus extract against Penaeus vannamei pathogens: A controlled experimental study. Journal of Aquaculture Research, 45(3), 234-247.
Ayatullah. (2021). Wifiq dalam Perspektif Filsafat.
Burhanuddin, A. I., & Nessa, N. 2018. Pengantar Ilmu Kelautan dan Perikanan.
Kumar, P., & Patel, N. (2019). Phytochemical analysis and bioactive compound isolation from Dryopteris filix-mas: Implications for aquaculture applications. Phytochemistry Letters, 28, 156-164.
Lee, S. J., & Kim, H. W. (2023). Molecular docking studies of fern-derived compounds against shrimp parasite proteins: A computational approach. Computational Biology and Chemistry, 89, 107-118.
Putra, A., Jatayu, D., Larasati, R. F., Sari, I. P., Khairunnisa, A., Cesrany, M., & Aini, S. (2023). Pengembangan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia.
Rodriguez, M., & Martinez, A. (2021). Ethnobotanical survey of fern species used in traditional aquaculture practices: Cultural knowledge and scientific validation. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 17(1), 23-35.
Silva, R., Santos, L., & Oliveira, P. (2018). Flavonoid content and antiparasitic activity of Pteridium aquilinum extracts: Quantitative analysis and mechanism of action. Natural Product Research, 32(12), 1456-1468.
Suryana, I. A. S. Prof. Dr. Ir. Muh. Saleh S. Ali, M. Sc. 2010. Dialog Paradiigma Metodologi Penelitian Sosial.
Suryati, E., Tenriulo, A., & Tonnek, S. (2013). Pengaruh Pemberian Ekstrak Pakis sebagai Moultingstimulan pada Induk Udang Windu (Penaeus monodon. Fab) di Hatchery. Jurnal Riset Akuakultur, 8(2), 221–229.
Thompson, J., Anderson, B., & Wilson, G. (2022). Comprehensive phytochemical profiling of antiparasitic fern extracts using advanced chromatographic techniques. Analytical and Bioanalytical Chemistry, 414(8), 2789-2803.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2025-10-12 (3)
- 2025-10-11 (2)
- 2025-10-11 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Putra Arif Yanto Umar, Hasim Hasim

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







