INTEGRASI PENDIDIKAN ISLAM DAN BUDAYA LOKAL TERHADAP LEBARAN TOPAT DI MASYARAKAT LOMBOK
DOI:
https://doi.org/10.35316/lisanalhal.v19i1.26-42Keywords:
Integration, Islamic Education, Lebaran Topat, Local Culture, Lombok SocietyAbstract
This study discusses the integration of Islamic education and local culture in the Lebaran Topat tradition in the Lombok community. Lebaran Topat is a tradition carried out by the Sasak community, especially those in the West Lombok and Central Lombok areas, as a celebration after carrying out the six-day sunnah fast in the month of Syawal. This tradition is not only full of religious nuances, but also thick with local cultural values that have been passed down from generation to generation. The main objective of this study is to find out how Islamic education values are integrated into local cultural practices, and how people interpret these traditions in their social and spiritual lives. This study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews with 5 religious figures, 10 people from both men and women and 10 young people. The observations made by the researcher are related to the process of lebaran topat starting from making topat in their respective homes, takbiran and roah lebaran in musholla and mosques, pilgrimages to graves and holidays in several tourist attractions such as the beach. This study states that the Lebaran Topat culture in Lombok has several series of activities such as takbiran, making ketupat, dhikr, holidays and grave pilgrimages. The integration of Islamic education and local culture in Ketupat Eid is spiritual education (tarbiyah ruhiyah), faith education (tarbiyah aqadiyyah), physical education (tarbiyah al-badaniyyah), social education (tarbiyah ijtima'iyah) and moral education (tarbiyah akhlaqiyah). Thus, Topat Eid becomes an effective medium in conveying Islamic values contextually, while strengthening the sense of togetherness and local cultural identity. This integration proves that Islamic education does not have to be in conflict with local culture, but can actually run in harmony in forming the character of a religious and cultured society.
Downloads
References
Achmadi. “Islam Sebagai Paradigma Ilmu Pendidikan”, Dalam Paradigma Pendidikan Islam, Ed. Ismail SM, et.Al. Yogyakarta: Pustaka PelajarFakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, 2011.
Alifa Savira, Alya Sulisfiani & Delvia Aprianda, Dkk. “, Pandangan Terhadap Keragaman Budaya Indonesia Di Negara Lain.” Jurnal Ilmiah Multidisiplin 1, no. 6 (2024): 380-381.
Andi Quarzy Ayatullah, Abu Haif, Fitri Maylan Haq, Dkk. “Challenges and Solutions to Local Culture of South Sulawesi in the Era of Globalization,.” Indonesian Journal of Islamic Religion and Culture 1, no. 1 (2024): 40.
Anhar Syafiq Rusdianto, Erni Isnaeniah & Busro. “Takbiran Carnival Tradition in Welcoming Eid Al-Fitr During a Pandemic.” Gunung Djati Conference 11, no. Series: ISSN: 2774-6585 (2022): 75.
Anwar, Ayu Wanida & Abu. “Integrasi Ilmu Agama Dengan Ilmu Pengetahuan Umum (Islamisasi Ilmu).” JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 7, no. 3 (2024): 2393.
Arifin, M. Ilmu Pendidikan Islam; Tinjauan Teoritis Dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner. Jakarta: : Bumi Aksara, 2003.
Arifin, Muh. Husen. “Efektivitas Peranan Budaya Lokal Dan Penguatan Karakter Sebagai Media Pendidikan Resolusi Konflik Pada Matakuliah Pancasila Dan Kewarganegaraan,.” Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik 2, no. 1 (2020): 32–37.
Aris. Ilmu Pendidikan Islam. Jawa Barat: Yayasan Wisata Bestari Samastar, 2022.
Denis Desfriyati, Arfi Purnama Nur Indah, Tin Rustini, Dkk. “Anamkan Sikap Mencintai Budaya Lokal Di Era Globalisasi Pada Anak Sd Transformasi Etno-Musik Tradisional Sasak; Evolusi Budaya Dan Pertentangan.” Journal of Social Science and Education 1, no. 2 (2020): 50.
Emroni. Pendidikan Akhlak: Landasan Etika Untuk Kehidupan Yang Bermakna. Kalimantan Selatan: Antasari Press, 2023.
Faizah, Nadjematul. “Pentingnya Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Karakter Siswa Di Sekolah.” Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 11, no. 1 (2022): 1230.
Hafsah. “Pendidikan Islam Di Indonesia; Studi Pemberdayaan Madrasah.” Risâlah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam 1, no. 1 (2014): 31.
Hariastuti., Husnul Hotima & Rachmaniah M. “Ketupat Desa Alasmalang Banyuwangi: Menggali Matematika Dalam Budaya.” Jurnal Magister Pendidikan Matematika (Jumadika) 3, no. 1 (2021): 17.
Hidayah, Hikmatul. “Pengertian, Sumber, Dan Dasar Pendidikan Islam.” Jurnal AS-SAID 3, no. 1 (2023): 23.
Hudayana, Bambang. “Kebudayaan Lokal Dan Pemberdayaannya,.” Jurnal Ilmu Sosial & Ilmu Politik 3, no. 3 (2000): 287-288.
JurnalEkbis.com. “Tradisi Lebaran Topat Di Lombok: Perpaduan Tradisi, Budaya, Dan Wisata,” n.d. https://jurnalekbis.com/2024/04/17/.
Koenjaraningrat. . . Pengantar Ilmu Antropologi,. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009.
Kurniati, Idham Khalid & Pythag. “Melihat Tradisi Roah, Perekat Rasa Persaudaraan Masyarakat Sasak Saat Ramadhan,” n.d. https://regional.kompas.com/read/2024/03/20/033000078/melihat-tradisi-roah-perekat-rasa-persaudaraan-masyarakat-sasak-saat?
Mahfudoh, Sitti Atiyatul. “Relevansi Konsep Pendidikan Sosial Anak Perspektif Abdullah Nasih Ulwan Dengan Tujuan Pendidikan Nasional.” FIKROTUNA; Jurnal Pendidikan Dan Manajemen Islam 12, no. 2 (2020): 1544.
Mahfudoh, Ulva Badi’ Rohmawati & Sitti Atiyatul. “Analisis Pendidikan Sosial Anak Perspektif Abdullah Nasih Ulwan Dalam Kitab Tarbiyah Al-Awlad Fi Al-Islam.” At-Tuhfah: Jurnal Studi Keislaman 9, no. 1 (2020): 31.
Maulida, Nelvi. “Pendidikan Aqidah Pada Anak Usia Dini Melalui Metode Pembiasaan Di Era New Normal.” Abatatsa; Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini 1, no. 1 (2024): 68.
Melani, Bahtiar siregar & Januari Simarmata. “Hubungan Pendidikan Spiritual Dengan Tingkat Kedisiplinan Siswa.” Journal on Education 6, no. 2 (2024): 14477.
Morissan. Teori Komunikasi Individu Hingga Nyata. Jakarta: Prenadamedia Group, 2015.
Muhasim., Ahmad. Pengantar Studi Islam. Jakarta Timur: Bania Publishing, 2014.
Nata, Abudin. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Kharisma Putra Utama, 2014.
Pakar, Sutejo Ibnu. Panduan Ziarah Kubur. Diponegoro Kampung Baru: Kamu NU, 2015.
Prasetyo, Sigit Aris. Bung Karno Dan Revolusi Mental,. Tangerang Selatan: Penerbit Imana, 2017.
Pratiwi, Endang. Buku Ajar Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani: Pedoman Guru Dalam Mengajar Penjas. Palembang: Bening Media Publishing, 2020.
Purwasito, Andrik. Komunikasi Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.
Qudus, Abdul. Islam Multidimensi Mengungkap Trilogi Ajaran Islam. Gomong Mataram: : Pantheon Media Pressindo, 2007.
Rini Yudiati, Anni Annisa & Arda gusema susilowati. “Pentingnya Memperkenalkan Budaya Lokal Sejak Dini Di Era Digital,.” RAMPA’ NAONG: Jurnal Pengabdian Kepada Masayarakat 2, no. 1 (2024): 24.
Simatupang, Ramot Peter & Masda Surti. “Keberagaman Bahasa Dan Budaya Sebagai Kekayaan Bangsa Indonesia.” Jurnal Bahasa, Sastra & Budaya 19, no. 1 (2022): 96-97.
Tafsir, Ahmad. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000.
Turmuzi, Muhamad. “Konsep Pendidikan Dan Islam Sebagai Alternatif Dalam Memanusiakan Manusia.” AL-ISHLAH Jurnal Pendidikan Islam 19, no. 2 (2021): 272.
Wardah Hanafie Das, Abdul Halik & Sardi St. Integrasi Islam Dan Sains Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Sulawesi Selatan: Agma Kreatif Indonesia, 2023.
Winarno. Perpsektif Pendidikan Jasmani Dan Olahraga. Malang: Laboratorium Jurusan Ilmu Olahraga Fakultas Ilmu Pendidikan, 2006.
Yani., . Ahmad. Iman Yang Hidup. Bintaro Permai Raya: LPPD Kahiru Ummah, 2015.
Yusutria, Intaha Ainun Zulkhaini. Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Film Cahaya Cinta Pesantren. Yogyakarta: CV Cakrawala, 2021.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Heriyadi Heriyadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






















