STRENGTHENING THE SYSTEM FOR PROVING TERRORIST OFFENCES THROUGH THE EXPANSION OF EVIDENTIARY MATERIAL FOLLOWING THE ENACTMENT OF LAW NO. 5 OF 2018
DOI:
https://doi.org/10.35316/hukmy.2026.v6i2.1322-1333Keywords:
Alat Bukti, Pembuktian, Terorisme, Bukti ElektronikAbstract
Terrorism is considered an extraordinary crime characterized by organized, covert, and technology-based activities. These characteristics create significant challenges in the evidentiary process, as conventional forms of evidence are often insufficient to reveal the involvement of perpetrators. This study aims to analyze the expansion of evidentiary instruments in proving terrorism offenses following the enactment of Law Number 5 of 2018. The research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches. The findings indicate that Law Number 5 of 2018 expands the scope of admissible evidence, particularly electronic evidence and intelligence information, in the prosecution of terrorism crimes. This expansion is intended to adapt the evidentiary system to modern crimes involving technology and transnational networks. However, the use of electronic evidence and intelligence information still raises legal issues concerning formal legality, authentication, and the protection of human rights within the criminal justice process. Therefore, clearer regulations and proportional implementation are necessary to ensure that the expansion of evidence remains consistent with the principles of due process of law and the negative statutory evidentiary system applied in Indonesia.
References
Afifah, Wiwik. “Karateristik Tindak Pidana Terorisme Di Indonesia.” Jurnal AKRAB JUARA 4, no. 5 (2019): 55.
Alfitra, Hukum Pembuktian dalam Beracara Pidana, Perdata, dan Korupsi, (Jakarta: Raih Asa Sukses, 2018)
Andi Hamzah, Asas-Asas Hukum Pidana, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010)
Bambang Waluyo, Pidana dan Pemidanaan, Sinar Grafika, (Jakarta, 2016)
Eato, Yurina Ningsi. “Keabsahan Alat Bukti Dan Barang Bukti Pada Perkara Pidana.” Lex Crimen 6, no. 2 (2017): 75–82.
Eddy O.S. Hiariej, Teori & Hukum Pembuktian, (Jakarta: Erlangga, 2012)
Erdianto Effendi, Hukum Pidana Indonesia Suatu Pengantar, (Bandung: PT. Refika Aditama, 2014)
Fadhli. "Kedudukan UU ITE dalam ketentuan alat bukti elektronik sebagai alat bukti tambahan kejahatan siber. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan", Vol. 5, No. 2 (2024): 81-90.
Firmansyah, Hery. “Upaya Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme Di Indonesia.” Jurnal Mimbar Hukum 23, no. 2 (2011).
Gunawan, Erwin, and Bariek Ramdhani P. “Digital Evidence Sebagai Alat Bukti Dalam Tindak Pidana Terorisme Di Polrestabes Makassar.” Alauddin Law Development Journal (ALDEV) 4, no. November (2022): 572–82.
Hendar Soetarna, Hukum Pembuktian dalam Acara Pidana, (Jakarta: Kencana, 2019)
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025
Lilik Mulyadi, Hukum Acara Pidana Normatif, Teoretis, Praktik dan Permasalahannya, (Bandung: PT Alumni, 2007)
M. Yahya Harahap, Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP: Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali, (Jakarta: Sinar Grafika, 2010)
Muhammad Agung Eka Nugroho, "Analisis Kekuatan Laporan Intelijen sebagai Bukti Permulaan dalam Penanganan Tindak Pidana Terorisme", Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, (2022): 45–46.
Muladi, Hak Asasi Manusia,Politik, dan Sistem Peradilan Pidana, (Bandung: Refika Aditama, 2002)
Muladi, Hukum Acara Pidana Indonesia, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2019)
Nasution, Aulia Rosa. Terorisme sebagai ‘Extraordinary Crime’ dalam Perspektif Hukum dan Hak Asasi Manusia. Jurnal Hukum Responsif Vol. 5, No. 5 (Oktober 2017): 87.
Nuotio, Kimmo. “Terrorism as a Catalyst for The Emergence, Harmonization and Reform of Criminal Law.” Journal of International Criminal Justice Vol. 4, No. 5 (2006): 999.
Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum, (Jakarta: Kencana, 2005)
Richard, Lokas. “Barang Bukti Dan Alat Bukti Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.” Lex et Societatis III, no. 9 (2015): 124–25.
Romli Atmasasmita, Hukum Pidana Internasional dan Perkembangannya, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2014)
Romli Atmasasmita, Sistem Peradilan Pidana Kontemporer, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011)
Ronny Hanitjo Soemitro, Metode Penelitian Hukum dan Jurimetri, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2015)
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme
Yanuar Ramadhani, Hafidz, and Waluyo. “Implementasi Prinsip Exclusionary Rules of Evidance Dalam Sistem Pembuktian Peradilan Indonesia.” Journal of Social Community 9, no. 2 (2024): 318–330.
Yulianti, Astri, Ade Mahmud, dan Fariz Farrih Izadi. “Pemidanaan Hukum Pidana Positif dan Hukum Pidana Islam.” Jurnal Riset Ilmu Hukum Vol. 2, No. 2 (Desember 2022): 103.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 HUKMY : Jurnal Hukum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












