This is an outdated version published on 2025-12-01. Read the most recent version.

Perbandingan Hemoglobin Pasien Gagal Ginjal Kronik Di RSUD Provinsi NTB

Authors

  • Hafizaturrahmah Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibrahimy
  • Burhanudin Gasim Soka Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibrahimy
  • Udrika Lailatul Qodri Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibrahimy

DOI:

https://doi.org/10.35316/tinctura.v7i1.7950

Keywords:

Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, Hemoglobin

Abstract

Penurunan kinerja ginjal yang berkelanjutan yang disebabkan oleh kerusakan struktur ginjal dan fibrosis interstisial dikenal sebagai gagal ginjal kronik. Defisiensi eritropoietin, yang bertanggung jawab atas pembentukan eritrosit, menyebabkan kerusakan ginjal, yang meningkatkan risiko anemia. Tujuan penelitian yaitu membandingkan hemoglobin sebelum dan sesudah hemodialisa dan terapi tambahan untuk meningkatkan hemoglobin pasien gagal ginjal kronik di RSUD Provinsi NTB serta mengevaluasi efektivitas hemodialisa dan terapi tambahan. Metode kuantitatif komparatif dengan cross-sectional yang digunakan. Data dikumpulkan secara retrospektif dan dianalisis menggunakan SPSS dengan p-value <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hemoglobin sebelum dan sesudah hemodialisa berbeda; terapi tambahan PRC memiliki hasil rata-rata 1,8 g/dl, PRC dengan asam folat 3,8 g/dl, dan PRC dengan eritropoietin 4 g/dl, masing-masing dengan p<0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa PRC dengan eritropoietin memiliki hemoglobin terendah, dengan peningkatan hemoglobin rata-rata 1,8 g/dl, dan PRC dengan hemoglobin tertinggi, dengan peningkatan hemoglobin rata-rata 4 g/dl. Oleh karena itu, hemoglobin pasien gagal ginjal kronik RSUD Provinsi NTB meningkat setelah hemodialisa dan terapi tambahan, dengan PRC dan eritropoietin yang paling efektif.

Downloads

Published

2025-12-01

Versions

How to Cite

Hafizaturrahmah, Soka, B. G., & Qodri, U. L. (2025). Perbandingan Hemoglobin Pasien Gagal Ginjal Kronik Di RSUD Provinsi NTB . Jurnal Farmasi Tinctura, 7(1), 59–70. https://doi.org/10.35316/tinctura.v7i1.7950