https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/tinctura/issue/feedJurnal Farmasi Tinctura2024-07-31T23:50:14+00:00Rahmawaty Hasanjft@ibrahimy.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Farmasi Tinctura </strong>i<span style="font-weight: 400;">s a scientific publication media in the field of pharmaceutical sciences published by the Bachelor of Pharmacy, Faculty of Health Sciences, Universitas Ibrahimy since 2019.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;"><strong>Jurnal Farmasi Tinctura </strong>is published twice a year, namely every June and December.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">The scope of disciplines includes community pharmacy, clinical pharmacy, pharmaceutical technology, pharmaceuticals, and natural product pharmacy. The editor invites academics, lecturers, and practitioners to dedicate articles from field research or literature reviews in accordance with the disciplines and provisions of the <strong>Jurnal Farmasi Tinctura.</strong></span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Articles submitted are the result of their own research and have never been published in other media.</span></p> <p> </p> <p><a href="http://u.lipi.go.id/1577953304">p-ISSN : 2715-8012</a> <a href="http://u.lipi.go.id/1593576080">e-ISSN : 2723-8083</a></p>https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/tinctura/article/view/4544Analisis Kadar Vitamin C Dalam Pepaya (Carica Papaya L) dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis2024-07-02T01:03:54+00:00Syafa Chasna Nasrinae22122@poltekindonusa.ac.id<p>Pepaya merupakan sumber antioksidan yang sangat baik karena mengandung senyawa yang disebut vitamin C. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan vitamin C pada pepaya <em>(Carica papaya L.). </em>Metode penelitian meliputi pengambilan sampel, pengolahan sampel, dan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan analisis data menggunakan persamaan regresi linier. Panjang gelombang maksimum vitamin C yang diperoleh adalah 265,0 nm, dan nilai serapannya 0,447.Persamaan regresi linier yang dihasilkan adalah y = 0,029x–0,1071, dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,9917. Analisis kuantitatif menunjukkan kandungan vitamin C pepaya <em>(Carica papaya L.) </em>yaitu 38,57%</p> <p> </p> <p> </p>2024-07-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Syafa Chasna Nasrinahttps://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/tinctura/article/view/5207Identifikasi Senyawa Fenol Fraksi Etanol Rumput Laut (Eucheuma spinosum) dengan Metode Kromatografi2024-07-02T01:03:54+00:00Moh. Rivaldi Mappamohrivaldimappa@gmail.comRizky Resvita R. Bahiresvitabahi@gmail.comAmanda Pratiwi Sugehasugehaamanda@gmail.comTantri Wulandari Mokogintamokogintatantri83@gmail.comMifta Putri Salsabila Pontoanmiftap35@gmail.comPutri Isauraamabel TangahuPutritangahu0410@gmail.comHairil Akbarhairil.akbarepid@gmail.com<p><em>Eucheuma spinosum</em> merupakan salah satu spesies rumput laut yang mengandung senyawa fenol yang berkhasiat sebagai antioksidan. Senyawa antioksidan dapat melindungi tubuh dari efek radikal bebas yang merusak sehingga menjaga kesehatan secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa fenol dari fraksi etanol rumput laut yang diperoleh dari pesisir pantai Desa Maelang Kabupaten Bolaang Mongondow dengan skrining fitokimia dan metode kromatografi lapis tipis KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etanol rumput laut positif mengandung senyawa fenol yang ditandai dengan perubahan warna dari kuning kemerahan menjadi kuning kehijauan pada proses skrining fitokimia dan terbentuknya bercak noda berwarna hijau dan biru dengan nilai Rf 0,46 pada pelat KLT yang dibandingkan dengan baku standar kuesetin.</p>2024-07-02T00:46:50+00:00Copyright (c) 2024 Moh. Rivaldi Mappa, Rizky Resvita R. Bahi, Amanda Pratiwi Sugeha, Tantri Wulandari Mokoginta, Mifta Putri Salsabila Pontoan, Putri Isauraamabel Tangahu, Hairil Akbarhttps://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/tinctura/article/view/5073Potensi Ekstrak Daun Widuri (Calotropis gigantea) Sebagai Antiinflamasi Secara Topikal2024-07-02T08:22:34+00:00Fauzi Rahmanfauzi.rahman2792@gmail.comDiana Lady Yunita Handoyodiana@ibrahimy.ac.id<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Penggunaan obat tradisional berbasis tanaman herbal masih banyak digunakan pada masyarakat. Salah satu tanaman herbal yang secara tradisional masih digunakan adalah <em>Calotropis gigantea</em> atau widuri yang mempunyai aktivitas farmakologi dimana salah satunya sebagai antiinflamasi. Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekstrak daun widuri dalam formulasi topikal sebagai antiinflamasi. Metode yang digunakan adalah literatur review yang diperoleh dari berbagai sumber. Berdasarkan berbagai referensi yang digunakan, daun widuri mempunyai kandungan flavonoid yang mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi. Selain penggunaan seacara oral, ekstrak daun widuri dapat diformulasikan dalam sediaan topikal. Oleh karena itu, eksrak daun widuri berpotensi untuk diformulasikan secara topikal sebagai antiinflamasi.</p> <p><strong>Kata kunci : Widuri, <em>Calotropis gigantea</em>, Antiinflamasi, Topikal</strong></p>2024-07-02T08:22:34+00:00Copyright (c) 2024 Fauzi Rahman, Diana Lady Yunita Handoyohttps://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/tinctura/article/view/5198Formulasi Masker Gel Peel Off Ekstrak Buah Pepaya (carica papaya L.) Dengan Variasi Gelling Agent2024-07-03T11:06:11+00:00Syafa Chasna Nasrinae22122@poltekindonusa.ac.idZefira Nalasyifa Piinsuhesti@poltekindonusa.ac.idKhunaisa' Khunaisa'iinsuhesti@poltekindonusa.ac.idNisa Lutfianawatiiinsuhesti@poltekindonusa.ac.idElsa Ashariiinsuhesti@poltekindonusa.ac.idHafidzul Anwariinsuhesti@poltekindonusa.ac.id<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <h1>Buah Pepaya (<em>Carica Papaya </em>L.) mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC<sub>50</sub> 33,537 µg/mL, sehingga dapat digunakan sebagai zat aktif dalam sediaan masker <em>gel peel off</em>. Pembuatan basis gel dari ekstrak buah pepaya memerlukan <em>gelling agent</em> yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi <em>gelling agent</em> terhadap evaluasi fisik sediaan gel. Pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Sediaan dibuat menjadi tiga formula dengan masing-masing <em>gelling agent</em> yaitu F1 = HPMC 1%, F2 = karbopol 0,25% dan F3 = Na CMC 1,5%. Hasil evaluasi fisik dari ketiga formula yaitu bersifat homogen, memiliki warna kuning keemasan, tidak berbau dan teksturnya berbentuk gel dengan nilai pH secara berturut-turut F1 = 8,32±0,03, F2 = 7,55±0,03 dan F3 = 8,28±0,03; daya sebar F1 = 4,381,82±, F2 = 3,63±0,32 dan F3 = 3,08±0,10; daya lekat F1 = 2,33±4,29, F2 = 3,24±1,93 dan F3 = 5,74±1,41; waktu mengering F1 = 15,6 ±1,15, F2 = 14,3 ±3,61 dan F3 = 12,6 ±0,58. Hasil uji hedonik didapatkan penilaian tertinggi pada F3 dengan variasi <em>gelling agent</em> Na CMC 1,5%, artinya F3 paling disukai responden.</h1> <p> </p> <p><strong>Kata kunci : Antioksidan, </strong><strong><em>Carica Papaya L, </em></strong><strong>Masker <em>Gel Peel Off</em></strong></p> <p> </p>2024-07-03T07:14:01+00:00Copyright (c) 2024 Syafa Chasna Nasrina, Iin Suhesti, Iin Suhestihttps://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/tinctura/article/view/5151Tinjauan Literatur: Analisis Perbandingan Hasil Ekstraksi Minyak Atsiri dari Berbagai Komoditas Tanaman Menggunakan Metode Hidrodistilasi2024-07-31T23:50:14+00:00Latifah Zainu QolbiLatifahzainu73@gmail.comAlvita Rahma Alifiaalvita22001@mail.unpad.ac.idTanti Handinitanti22001@mail.unpad.ac.idDita Amelia Ihsanidita22002@mail.unpad.ac.id<p>Minyak atsiri telah lama menjadi bagian integral dari berbagai praktik tradisional dan modern di seluruh dunia. Minyak atsiri mengandung senyawa-senyawa kimia seperti senyawa hidrokarbon terpenoid, phenylpropanoid, dan senyawa-senyawa aromatik dengan aroma khas serta potensi terapeutik. Minyak atsiri dapat diekstraksi dari berbagai bagian tumbuhan, mulai dari daun, bunga, kulit, dan akar menggunakan berbagai metode seperti destilasi uap, ekstraksi dengan pelarut, ekstraksi tekanan tinggi, pemerasan, dan maserasi. Penelitian ini meninjau metode ekstraksi minyak atsiri dari lima komoditas utama yang dibahas dalam penelitian-penelitian terdahulu dengan memanfaatkan hasil pemetaan dari <em>software </em>VOSViewer. Berdasarkan hasil tinjauan terhadap beberapa jurnal ilmiah menunjukkan bahwa hasil ekstraksi minyak atsiri Lavender menghasilkan yield sebesar 3,69% dengan komponen utama berupa linalool dan linalyl acetate, yang masing-masing berkontribusi 45% dan 30% dari total komposisi. Peppermint menghasilkan rendemen sebesar 0,42% dengan menthol dan menthone sebagai komponen dominan, masing-masing sebesar 40% dan 20%. Eucalyptus memberikan rendemen sebesar 3,09% dengan eucalyptol sebagai komponen utama, mencapai 70% dari total komposisi. Tea Tree memiliki rendemen sebesar 0,2% dengan terpinen-4-ol dan γ-terpinene sebagai komponen utama, masing-masing 35% dan 20%. Lemongrass menghasilkan rendemen sebesar 1,46% dengan citral sebagai komponen dominan, mencapai 75%. Kesimpulannya ialah teknik ekstraksi hidrodistilasi merupakan metode yang efektif dan efisien dalam mengekstraksi minyak atsiri dari berbagai tanaman.</p> <p> </p>2024-07-31T23:50:14+00:00Copyright (c) 2024 Latifah Zainu Qolbi, Alvita Rahma Alifia, Tanti Handini, Dita Amelia Ihsani