Studi In Silico Nanopartikel Perak dengan Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia) sebagai Antibakteri
DOI:
https://doi.org/10.35316/tinctura.v6i2.7315Keywords:
Antibakteri, In Silico, Quercetin, Nanopartikel PerakAbstract
Nanopartikel Perak (NPAg) menjadi fokus penelitian karena aktivitas antibakterinya tinggi, rasio permukaan terhadap volumenya tinggi dan ukurannya kecil, NPAg dapat dengan mudah menembus dinding sel bakteri. Metode sintesis konvensional menggunakan bahan kimia menimbulkan bahaya dan memerlukan biaya tinggi, sehingga metode sintesis hijau dengan bioreduktor alami seperti jeruk nipis menjadi alternatif yang ramah lingkungan. Jeruk nipis mengandung senyawa flavonoid, berfungsi sebagai pereduksi alami, mengubah ion Ag+ menjadi Ag0. Pengembangan in silico merupakan pendekatan eksperimental yang kini banyak digunakan sebagai metode inovatif dalam mengevaluasi potensi senyawa bioaktif, terutama dalam desain obat berbasis komputer. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi in silico NPAg dengan jeruk nipis sebagai antibakteri melalui metode sintesis hijau. Penelitian dilakukan secara in silico menggunakan molecular docking. Ligan yang digunakan yaitu Quercetin sebagai senyawa flavonoid jeruk nipis, reseptor target antibakteri dari Protein Data Bank (PDB) dengan ID 4ZVI, meliputi drug scan , analisis ADME, uji toksisitas, preparasi reseptor, validasi metode docking, dan visualisasi hasil docking. Hasil menunjukkan Quercetin memenuhi aturan Lipinski's rule dan memiliki nilai binding energy -4,63 kcal/mol. Meskipun pada uji toksisitas Cramer Rules Kroes menunjukkan toksisitas tinggi (Class III), Quercetin pada jeruk nipis tetap memiliki potensi antibakteri melalui mekanisme penghambatan protein target bakteri.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Apriliya Mauldy H Putri, Septian Dwi Mulyana, Reyda Eka F N Aini, Nabila Putri Syafi’in, Nada Aulia L Mahmudah, Nadya J Ats-Tsaqiifah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





