Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Fraksi Etil Asetat Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Streptococcus mutans
DOI:
https://doi.org/10.35316/tinctura.v6i2.7268Keywords:
Ekstrak, fraksi, Daun Jambu Biji, Streptococcus mutansAbstract
Permasalahan gigi utama masyarakat Indonesia ialah karies gigi dengan salah satu pengobatannya memberikan teraapi antibiotik. Beberapa penelitian menunjukkan adanya tingkat resistensi antibiotik pada bakteri di plak gigi seperti pada amoksisilin dan tetrasiklin sebesar 100%, antibiotik klindamisin 91%, antibiotik eritromisin 83,3%, antibiotik ciprofloksasin 66,6%. Sehingga perlu adanya pengembangan obat baru dan dapat menggunakan bahan alam, seperti daun jambu biji yang memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan terpenoid. Penarikan golongan senyawa dapat dilakukan dengan ekstraksi maupun fraksinasi. Tujuan penelitian ini ialah membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% dengan fraksi etil asetat serta antar konsentrasi (30%, 60%, dan100%) pada daun jambu biji terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan menggunakan metode difusi cakram, hasil diameter zona hambat yang didapatkan diuji statistika ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan diameter zona hambat ekstrak berturut-turut ialah 11,61±0,35mm (kuat); 12,33±0,16mm (kuat); dan 13,31±0.64mm (kuat), sedangkan fraksi berturut-turut 9,23±0.48mm (sedang); 10.67±0,53mm (kuat); dan 10,97±0,06mm (kuat). Hasil analisis statistik two-way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara ekstrak dengan fraksi dan konsentrasi dengan nilai P value <0,05. Hasil zona hambat terbaik ialah pada ekstrak konsentrasi 100%.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ukhtian Uula Cahyani Firdaus, Asri Wido Mukti, Dewi Perwito Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





