This is an outdated version published on 2025-12-01. Read the most recent version.

Deteksi Klebsiella pneumoniae Penghasil ESBL Pada Pasien Infeksi di RSUD Dr. Hi. Chasan Boesoirie

Authors

  • Muhammad Subhan A. Sibadu Universitas Khairun
  • Fira Musriyati Karim Universitas Khairun
  • Muhammad Fakhrur Rajih Hi. Yusuf Universitas Khairun

DOI:

https://doi.org/10.35316/tinctura.v7i1.6761

Keywords:

Klebsiella pneumonia, Antibiotika sefalosporin, ESBL

Abstract

Penyakit yang disebabkan oleh mikroba disebut infeksi. Antibiotik adalah pengobatan infeksi yang paling umum dan dapat menyebabkan resistensi terhadap antibiotik. Klebsiella pneumoniae adalah salah satu faktor penyebab penyakit infeksi. Kemampuan Klebsiella pneumoniae untuk menghasilkan enzim ESBL dapat membuat bakteri menjadi kebal dan membuatnya sulit untuk dilumpuhkan. Dalam RSUD Dr.H.Chasan Boesoerie Ternate, penelitian ini untuk mengidentifikasi keberadaan Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) pada bakteri Klebsiella pneumoniae, yang menyebabkan resistensi terhadap antibiotika golongan sefalosporin. Hasilnya menunjukkan bahwa dari 32 sampel klinis yang diuji pada antibiotika sefalosporin, 30 sampel (93.75%), cefotaxime 29 sampel (90.62%), dan ceftazidime 27 sampel (84.37%) menunjukkan resistensi tertinggi. Dalam uji produksi ESBL, 31 sampel (96.88%) menunjukkan positif ESBL pada antibiotika cefotaxime + asam klavulanat dan cefotaxime + asam klavulanat.

Downloads

Published

2025-12-01

Versions

How to Cite

Muhammad Subhan A. Sibadu, Fira Musriyati Karim, & Muhammad Fakhrur Rajih Hi. Yusuf. (2025). Deteksi Klebsiella pneumoniae Penghasil ESBL Pada Pasien Infeksi di RSUD Dr. Hi. Chasan Boesoirie. Jurnal Farmasi Tinctura, 7(1), 100–112. https://doi.org/10.35316/tinctura.v7i1.6761