Penerimaan diri dan subjective well-being remaja di Panti Asuhan Kristen/Katolik
DOI:
https://doi.org/10.35316/psycomedia.2025.v5i1.37-46Kata Kunci:
Adolescents, Self-Acceptance, Subjective Well-BeingAbstrak
Adolescents living in orphanages face various psychosocial conditions that can affect subjective well-being, such as separation from their families and the demands of adjusting to their environment. Subjective well-being reflects an individual's evaluation of their life, including life satisfaction and positive and negative affective experiences. One internal factor that is theoretically assumed to be related to subjective well-being is self-acceptance. This study aims to examine the relationship between self-acceptance and subjective well-being in adolescents living in Christian/Catholic orphanages. This study uses a quantitative approach with a correlational design involving 60 adolescents selected using total sampling technique. The research instruments consist of a self-acceptance scale and a subjective well-being scale. Data analysis was performed using Pearson's correlation. The results of the analysis show that the relationship between self-acceptance and subjective well-being is not significant. These findings can be interpreted to mean that the subjective well-being of adolescents in orphanages is more influenced by external factors, such as social support from caregivers and peers, interpersonal relationships, and the orphanage environment, than by internal factors such as self-acceptance.
Referensi
Aesijah, S., Prihartanti, N., & Pratisti, W. D. (2016). Pengaruh pelatihan regulasi emosi terhadap kebahagiaan remaja panti asuhan yatim piatu. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(1), 39–47. https://doi.org/10.23917/indigenous.v1i1.1792
Azra, F. N. (2017). Forgiveness dan subjective well-being dewasa awal atas perceraian orang tua pada masa remaja. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(3), 294–302. http://dx.doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i3.4412
Batubara, U. K. (2022). Analisis dampak perceraian orang tua terhadap kepercayaan diri remaja [Undergraduate Thesis, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat]. http://eprints.umsb.ac.id/537/
Canasta, N. M., Pratikto, H., & Aristawati, A. R. (2023). Subjective well being pada pasien kanker: Bagaimana peranan self acceptance? SUKMA: Jurnal Penelitian Psikologi, 4(2), 206–213. https://doi.org/10.30996/sukma.v4i2.10189
Chaplin, J. P. (2010). Dictionary of psychology. Random House Publishing Group.
Diener, E., Oishi, S., & Lucas, R. E. (2009). Subjective Well-Being: The Science of Happiness and Life Satisfaction. In S. J. Lopez & C. R. Snyder (Eds.), The Oxford Handbook of Positive Psychology (p. 0). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780195187243.013.0017
Hidayah, L. N. (2022). Hubungan penerimaan diri dan penyesuaian sosial dengan kesejahteraan psikologis pada remaja panti asuhan di Kecamatan Ngaliyan Semarang [Undergraduate Thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo]. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/21002/
Hutasoit, I. (2018). Hubungan penerimaan diri dengan keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) pada tenaga honorer pemerintah penyandang disabilitas. Psikoborneo, 6(2), 206–214. http://dx.doi.org/10.30872/psikoborneo.v6i2.4559
Khasanah, Z., & Asiyah, S. N. (2021). Hardiness dengan subjective well being pada remaja panti asuhan. EMPATHY: Jurnal Fakultas Psikologi, 4(1), 1–19. https://doi.org/10.12928/empathy.v4i1.20123
Khoiriyah, H. U. (2018). Hubungan penerimaan diri dengan kebahagiaan pada remaja di Panti Asuhan Nurul Abyadh Malang [Undergraduate Thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim]. http://etheses.uin-malang.ac.id/10956/
Marlina, I. (2020). Hubungan antara penyesuaian diri dan dukungan sosial dengan penerimaan diri pada remaja yang tinggal di Panti Asuhan Al–Mursin Kotabumi Lampung Utara [Undergraduate Thesis, Universitas Islam Negeri Raden Intan]. https://repository.radenintan.ac.id/11320/
Muthmainah, M. S., Nina Zulida; Tentama, Fatwa. (2018). Gambaran Subjective Well-Being pada Perempuan Difabel. Prosiding University Research Colloquium, 143–147.
Nadyatusofia, R. (2018). Subjective well-being pada remaja putri yang tinggal di panti asuhan [Undergraduate Thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta]. https://eprints.ums.ac.id/59623/
Naraha, H. C., Sholehah, N., Anggelo, C., Budisantoso, K. N., & Widanarti, M. (2022). Penerimaan diri dan kesejahteraan subjektif pada mahasiswa selama pandemi covid-19. Generasi Berjiwa Sociopreneur, Sinergis, Dan Produktif, 101–115. https://ejurnal.mercubuana-yogya.ac.id/index.php/SemNasPsikologi/article/view/2724
Pramono, R. B., & Astuti, D. (2017). Cognitive behavioral therapy as an effort to improve self acceptance of adolescents in orphanage. The Open Psychology Journal, 10(1), 161–169. https://doi.org/10.2174/1874350101710010161
Priadana, F. I., & Sukianti, D. S. (2019). Penerimaan diri dengan subjective well-being pada lansia di panti werdha. Prosiding Seminar Nasional & Call for Paper Psikologi Sosial.
Resty, G. T. (2016). Pengaruh penerimaan diri terhadap harga diri remaja di Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Yogyakarta. Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling, 5(1), 1–11.
Santosa, A. (2018). Hubungan antara kebersyukuran dan kepuasan hidup pada mahasiswa [Undergraduate Thesis, Universitas Islam Indonesia]. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/12700
Santrock, John. W. (2013). Life-span Development (14th ed.). McGraw-Hill.
Sari, D. S., Apriyanto, F., & Ulfa, M. (2022). Hubungan dukungan sosial dengan penerimaan diri pada remaja dengan orang tua bercerai. Media Husada Journal of Nursing Science, 3(1), 14–27. https://doi.org/10.33475/mhjns.v3i1.72
Sarwono, S. W. (2010). Psikologi remaja. RajaGrafindo Persada.
Tanesib, M. W., & Huwae, A. (2023). Penerimaan diri dan kebermaknaan hidup pada remaja yang tinggal di Panti Asuhan Salatiga. Motiva: Jurnal Psikologi, 6(2), 119–131. https://doi.org/10.31293/mv.v6i2.6814
Tricahyani, I. A. R., & Widiasavitri, P. N. (2016). Hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri pada remaja awal di Panti Asuhan Kota Denpasar. Jurnal Psikologi Udayana, 3(3), 542–550.
Tumion, G. Y., & Huwae, A. (2023). Penerimaan diri dan subjective well-being pada penyandang difabel yang berkarier. Jurnal Ilmu Perilaku, 7(2), 140–163. https://doi.org/10.25077/jip.7.2.140-163.2023
Wijayanti, D. (2015). Subjective well-being dan penerimaan diri ibu yang memiliki anak down syndrome. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(2), 224–238. http://dx.doi.org/10.30872/psikoborneo.v3i2.3774
Wini, N., Marpaung, W., & Sarinah, S. (2020). Optimisme ditinjau dari penerimaan diri pada remaja di panti asuhan. Proyeksi: Jurnal Psikologi, 15(1), 12–21. https://dx.doi.org/10.30659/jp.15.1.12-21
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Helsya Delvianti, Marcella Mariska Aryono

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













