UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.) TERHADAP Staphylococcus epidermidis

Authors

  • Arum Pramitha Sari Fakultas Farmasi, Program Studi Farmasi, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, 98418, Indonesia
  • Irwandi Irwandi Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, 98418, Indonesia
  • Marzella Dea Rossardy Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, 98418, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35316/tinctura.v7i2.9425

Keywords:

Skrining Fitokimia, Difusi Cakram, Piper Aduncum L., Staphylococcus epidermidis, antibakteri, zona hambat

Abstract

Meningkatnya kejadian resistensi terhadap antibiotik mendorong pengembangan agen antibakteri alternatif yang berasal dari bahan alam, salah satunya daun sirih hutan (Piper aduncum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder, mengukur diameter zona hambat, serta menganalisis pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan tahap ekstraksi menggunakan metode maserasi memakai pelarut etanol 96%, dilanjutkan skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak diuji pada tiga variasi konsentrasi, yaitu 25%, 50%, dan 75%, dengan doxycycline sebagai kontrol positif serta aquadest pro injection sebagai kontrol negatif. Data hasil pengujian dianalisis secara statistik menggunakan uji One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc Bonferroni untuk melihat perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak sebesar 18,1% dengan kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, dan tanin. Hasil uji antibakteri memperlihatkan adanya aktivitas penghambatan terhadap Staphylococcus epidermidis dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 1,03 mm pada konsentrasi 25%, 1,6 mm pada 50%, dan 2,6 mm pada 75%. Seluruh hasil tersebut termasuk dalam kategori daya hambat lemah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hutan memiliki potensi sebagai antibakteri, namun efektivitasnya masih rendah sehingga diperlukan penelitian lanjutan melalui peningkatan konsentrasi atau fraksinasi senyawa aktif untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.

References

Ades Galingging, Ambar tri Ratnaningsih, I.L. (2022) “Jurnal Penelitian Kehutanan Bonita” 4, hal. 21–31.

Aisyah, H. (2025) “Uji efektivitas antibakteri ekstrak daun bungkus (Smilax rotundifolia) terhadap bakteri Escherichia coli dan Propionibacterium acnes, yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan IPA.11(4), hal. 527–532.

Andaristi, D. (2025) Evaluasi daya antibakteri ekstrak metanol alga coklat (Sargassum vulgare) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus, yang dilaksanakan oleh Program Studi Farmasi.

Arni, V. (2024) “Pengaruh penggunaan berbagai jenis pelarut terhadap ekstrak daun bungkus (Smilax rotundifolia) dalam aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli..," (1–65).

Artha, I.W.W., Hendrayana, M.A. dan Sukrama, I.D.M. (2022) “Pengujian kemampuan ekstrak etanol buah lerak (Sapindus rarak) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis.," 11(5), Hal. 14–18.

Budi Husodo, S. (2022) “Analisis mengenai potensi pemanfaatan sirih hutan (Piper aduncum L.) sebagai tanaman obat beserta peluang pengembangannya di wilayah Papua, yang dipublikasikan dalam Biodiversitas Papuasia – Jurnal Kehutanan Papuasia Fakultas Kehutanan UNIPA.8(2), Hal. 397–408.

Dahlan, W. (2025) “Perbandingan aktivitas antibakteri ekstrak daun bungkus (Smilax rotundifolia) yang diperoleh menggunakan berbagai jenis pelarut terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

Faradillah Farid Karim. Yunitya, Elvis Demmanggapi B, Srimuliadi, R.D.A. S.L. (2024) “Pendataan keanekaragaman tumbuhan hutan yang digunakan masyarakat di Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa sebagai obat tradisional, sebagaimana dilaporkan dalam Jurnal Belantara., 7(2), Hal. 326–336.

Hallianah, I.P., Lambui ,O. Dan Ramadani (2019) “Kajian daya hambat ekstrak daun sirih hutan (Piper aduncum L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli sebagaimana tercantum dalam Journal of Chemical Information and Modeling., 53(9), Hal. 1689–1699.

Jumiati, Nur Ramadhan, L.O.I. Dan Himiarwati (2022) “Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun rumput mutiara (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk.) terhadap bakteri penyebab jerawat Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis, yang dipublikasikan dalam Jurnal Pharmacia Mandala Waluya.1(4), Hal. 165–173.

Kes, J.s. (2025) “Evaluasi aktivitas antibakteri ekstrak n-heksan dari akar rambusa (Passiflora foetida L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, yang diteliti dalam studi aktivitas antibakteri ekstrak n-heksan akar rambusa.”

Kusuma, A., Fitriana, Y. Dan Malfadinata, S. (2020) “Evaluasi aktivitas antibakteri ekstrak daun ashitaba (Angelica keiskei) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis yang berperan sebagai salah satu penyebab jerawat.,” 1(1), Hal. 14–19.

Made, I. Muhammad Fahrian, dan Budi susminto. (2024) “Tinjauan singkat mengenai hasil skrining fitokimia serta potensi antibakteri ekstrak etanol daun sirih hutan (Piper aduncum L.) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, yang dipublikasikan dalam Prosiding Seminar Proposal Kimia., 3(1), Hal. 78–82.

Madelina, W. Dan Sulistiyaningsih (2018) “Ulasan ilmiah terkait fenomena resistensi antibiotik dalam penggunaan terapi pengobatan, sebagaimana dipublikasikan dalam Jurnal Farmaka. 16(2), Hal. 105–117.

Mahani, A.L. (2024) “Analisis skrining fitokimia, aktivitas antioksidan, dan uji toksisitas ekstrak etanol daun sirih hutan (Piper aduncum L.) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), yang dipublikasikan dalam Prosiding Seminar Nasional Kimia. (Vol. 3, No. 2, Pp. 170-177)., Hal. 170–177.

Muslihin, A.M. , Hardia, L. dan Maulana, F. (2025) “Tropical Journal Of Natural Product Research Antianemic Activity Of Anamirta Cocculus Hydro-Ethanol Exract Against Sodium Nitrite -Inducid Anemia In Rats ,” 9(July), Hal. 3188–3191.

Nazar, A. Dan Duta (2020) “Ekstrak Etanol Herbal Seledri (Apium Graviolens L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Atcc 25923. Dengan Berbagai Metode.”

Rahayu, M.Y., Budiyanto, A.B. Dan Astuti, R.A. (2024) “Pengujian aktivitas antiinflamasi ekstrak daun rambusa (Passiflora foetida L.) untuk menilai efektivitasnya sebagai agen antiinflamasi.” 5(Semptember), Hal. 9479–9487.

Ramadhani, M.A. (2024) “Kajian aktivitas antibakteri dari berbagai ekstrak tanaman herbal terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis, yang dipublikasikan dalam Generich: Journal of Research in Pharmacy. 4(1), Hal. 65–76.

Jungjunana Repita Anis, Pudji rahayu, Yulyuswarni, D.A. (2023). Jurusan Farmasi Politeknik KesehatanTanjung Karang,” 8(1).

Rika Erawati, A.M. Muslihin, L.H. (2024) “Aktivitas, Uji Fraksi, Antioksidan Etanol, Ekstrak Kuning, Tali ,” 7(2), Hal. 381–391.

Saka Abeiasa. M., Humaira, V. dan Ferdian, H. 2022) “Studi ini membahas aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) dan sirih hutan (Piper aduncum L.) pertumbuhan Streptococcus mutans, sebagaimana dipublikasikan Jurnal Medisains Kesehatan.3(1), Hal. 14–20.

Zahriani, M.R. (2023) “Studi aktivitas antimikroba ekstrak daun sirih hutan (Piper aduncum L.) terhadap bakteri Streptococcus mutans dan jamur Candida albicans dengan penerapan metode ekstraksi ultrasonik menggunakan sistem pelarut bertingkat, yang dipublikasikan dalam Prosiding Nasional Kimia., 8(2), Hal. 2-7.”

Downloads

Published

2026-06-23 — Updated on 2026-06-23

How to Cite

Sari, A. P. ., Irwandi, I., & Rossardy, M. D. (2026). UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.) TERHADAP Staphylococcus epidermidis. Jurnal Farmasi Tinctura, 7(2), 387–397. https://doi.org/10.35316/tinctura.v7i2.9425