Studi Etnofarmasi Tanaman Berkhasiat Sebagai Tonik di Suku Baduy Dalam, Kabupaten Lebak, Banten

Authors

  • Reisya Diancayudha Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Jember
  • Yoshelina Setyaningrum Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Jember
  • Annisak Diana Agustun Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Jember
  • Rara Wulandari Widagdo Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Jember
  • Rahmawati Wahyuning Utami Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Jember
  • Mezaluna Aprilia Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Jember
  • Hafis Ridho Kurniawan Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Jember
  • Muhammad Hilmi Afthoni Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.35316/tinctura.v7i2.9167

Keywords:

Tonik, Baduy, Stamina, Etnofarmasi

Abstract

Masyarakat Suku Baduy Dalam masih memanfaatkan tumbuhan obat tradisional untuk pengobatan penyakit secara turun-temurun di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten Obat tradisional adalah ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat Suku Baduy Dalam memanfaatkan tumbuhan obat sebagai penambah stamina.Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif, yaitu dengan wawancara mendalam (open-ended interview) kepada 9 informan dari masyarakat Suku Baduy Dalam dan metode kualitatif dengan perhitungan parameter nilai Use Value (UV) & Informant Consensus Factor (ICF). Hasilnya menunjukkan bahwa Capeu adalah tumbuhan yang paling banyak digunakan sebagai penambah stamina, dengan banyaknya penggunaan UV mencapai 0,66. Ini berarti, semakin tinggi nilai UV (mendekati 1), semakin banyak tumbuhan tersebut digunakan. Didapatkan hasil perhitungan nilai ICF sebesar 0,491 yang berarti tidak terjadi pertukaran antar informan mengenai tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai tonik.

References

Arora, A., & Lohar, M. (2019). Comparative Study of Informant Consensus Factor for Ethno-functional Foods among Bhil , Meena , Garasia and Damor Tribes of Southern Rajasthan , India. Ethno Med, 13(2), 71–77. https://doi.org/10.31901/24566772.2019/13.02.583

Badan Litbang Kesehatan. 2016 . Inventaris Tumbuhan Obat Indonesia Edisi Revisi Jilid 1. Tawangmangu: Kementerian Kesehatan RI.

Chaachouay, N., Benkhnigue, O., Fadli, M., Ibaoui, H. El, & Zidane, L. (2019). Ethnobotanical and ethnopharmacological studies of medicinal and aromatic plants used in the treatment of metabolic diseases in the Moroccan Rif. Heliyon, 5, e02191. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2019.e02191

Endrawati, S., & Indriyani, F. (2016). Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Daun Sambiloto (Andrographis paniculata, Nees.) Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus L.) Galur Swiss. Jurnal Photon, 6(2), 17–22.

Fajrin, M., Ibrahim, N., Nugrahani, A. W. (2015). Ethnomedicinal Study on Dondo Tribe of Dondo Subdistrict, Tolitoli Regency, Central Sulawesi. Journal of Pharmacy, 1(2), 92–98.

Hadi, A., Asori, Ru. (2022). Penelitian Kualitatif Studi Fenomenologi , Case Study , Grounded Theory , Etnografi, Biografi. Banyumas: CV. Pena Persada.

Halilah, D. & Widjayatri, R. . (2022). (Studi Kepustakaan) Implementasi Ethnoparenting Terhadap Anak Usia Dini Suku Baduy. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia DIni, 03(02), 92–100.

Halmahera, M., Purnama, A. S., Hasyim, F., & Benardi, A. I. (2019). Local Wisdom Pikukuh Sapuluh Suku Baduy Dalam Konservasi Lingkungan Budaya Desa Kanekes. Geo Image, 8(1), 80–88.

Hassan, N., Nisar, M., Ur, S., Kakar, R., & Ul, F. (2017). Determination of informant consensus factor of medicinal plants used as therapy in district Dir Lower Pakistan. Journal of Medicinal Plants Studies, 5(4), 183–188.

Herdayanti, S., & Lestari, I. (2021). Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Daun Ekor Naga (Rhaphidophora pinnata schoot.) Pada Mencit Putih Jantan (Mus Musculus). Indonesian Journal of Pharma Science, 1(1), 1–10.

Hidayat, N. N. R., Anggreini, P., & Indriyanti, N. (2022). Studi Etnofarmasi Tanaman Berkhasiat Obat pada Suku Paser di Desa Samurangau dan Desa Tepian Batang Kabupaten Paser. In Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Journal (pp. 15–17).

Kameswari, D. (2023). Pemanfaatan Tanaman Herbal dalam Praktik Pengobatan Tradisional Suku Baduy, Kabupaten Lebak, Banten. BRILIANT: Jurnal Riset Dan Konseptual, 8(58), 160–169.

Maranatha, L.C., Kurniawan, S., Selly, J. N. (2023). Keberadaan Dan Penerapan Hukum Adat Di Tengah Sistem Pemerintahan Masyarakat Suku Baduy. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(20), 447–452.

Masyita, A. A., Ibrahin, N., & Rahayu, F. (2023). Studi Etnofarmasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Pada Suku Gorontalo Di Kecamatan Popayato Timur Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. Jurnal Penelitian Multidisiplin Ilmu, 2(1), 1185–1192.

Muntaha, Payiz Zawahir & Runturambi, A. J. S. (2020). The Local Wisdom Of Baduy Reviewed From The Perspective of SDGS Concept (Research In The Indienous People of Baduy, Lebak, Banten). International Journal Of Advanced Research (IJAR), 8(March), 91–101. https://doi.org/10.21474/IJAR01/10602

Novriana, D., Oktoba, Z., Oktarlina, R. Z., Triayndi, R. (2024). Review: Studi Etnofarmasi Pemanfaatan Tumbuhan Berkhasiat Obat Untuk Penyakit Hipertensi Oleh Beberapa Etnis Di Indonesia. Sains MEdisina, 2(4), 111–117.

Sagita, D., Meirista, I., & Yanti, M. G. (2021). Studi Etnofarmasi Bahan Alam pada Suku Anak Dalam ( SAD ), Desa Tanah Garo , Kecamatan Muara Tabir , Kabupaten Tebo , Provinsi Jambi Ethnopharmaceutical Study of Natural Resources Used by Anak Dalam Tribe in Tanah Garo Village , Muara Tabir , Tebo , Jambi. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia, 18(01), 65–75.

Siska, Kustiawan, P. . (2022). Kajian Etnofarmasi Tumbuhan Obat Berkhasiat Sebagai Antihipertensi Di Desa Muara Gusik, Kutai Barat. Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 3(2), 88–93.

Slamet, A., & Andarias, S. H. (2018). Studi Etnobotani dan Identifikasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Masyarakat Sub Etnis Wolio Kota Baubau Sulawesi Tenggara Ethnobotany Study and Identification of Medicinal Plants of Wolio Sub-Ethnic in Baubau City Southeast Sulawesi. Proceeding Biology Education Conference, 15, 721–732.

Sujarwo, W., Prihardhyanto, A., Savo, V., & Maria, P. (2019). Ethnobotanical study of Loloh : Traditional herbal drinks from Bali ( Indonesia ). Journal of Ethnopharmacology, 169(January), 34–48. https://doi.org/10.1016/j.jep.2015.03.079

Yunianto, C., Sunarni, T., Waty, C. E. (2025). Kajian etnofarmasi tumbuhan berkhasiat antidiare pada suku jawa di desa kalibening kecamatan sukoharjo kabupaten wonosobo. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 13(2), 87–94.

Zenderland, J., Hart, R., Bussmann, R.W., Zambrana, N. Y. P., Sikharulidze, S., Kikvidze, Kikodze, D., Tchelidze, D., Khutsishvili, M., Batsatsashvili, K. (2019). The Use of B Use Value ^ : Quantifying Importance in Ethnobotany. Economic Botany, 1–11.

Downloads

Published

2026-06-23

How to Cite

Diancayudha, R., Setyaningrum, Y., Agustun, A. D., Widagdo, R. W., Utami, R. W., Aprilia, M., … Afthoni, M. H. (2026). Studi Etnofarmasi Tanaman Berkhasiat Sebagai Tonik di Suku Baduy Dalam, Kabupaten Lebak, Banten. Jurnal Farmasi Tinctura, 7(2), 398–411. https://doi.org/10.35316/tinctura.v7i2.9167