Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Preeklampsia di RSIA Ananda Makassar

Authors

  • Eliza Aprilia Lewinsky Diploma III Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Megarezky, Makassar

DOI:

https://doi.org/10.35316/tinctura.v7i2.7779

Keywords:

Antihipertensi, Evaluasi penggunaan obat, Nifedipine, Preeklampsia

Abstract

Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan dengan peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu, yang berisiko bagi ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di RSIA Ananda Makassar tahun 2024. Metode penelitian ini dilakukan secara deskriptif retrospektif dengan menelusuri data rekam medis pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi dari 88 pasien, kelompok usia terbanyak adalah 27–31 tahun (35%) dan sebagian besar berada pada trimester pertama (54%). Obat yang paling banyak digunakan adalah nifedipin (80%), diikuti metildopa (8%), semuanya diberikan sebagai monoterapi. Evaluasi menunjukkan penurunan tekanan darah yang signifikan dan terapi yang digunakan sebagian besar sesuai dengan standar dari POGI dan WHO. Kesimpulannya, penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia sudah sesuai dan cukup efektif, namun pemantauan berkala tetap diperlukan.

References

Agnesha, F. (2022). Eklampsia dan Sindroma HELLP pada Kehamilan Awal: Penegakan Diagnosis dan Manajemen Anestesia. Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia, 40–46.

Ambarwulan S. Daniel, Anna Sari Dewi, Haizah Nurdin, M.Hamsah, & Alamsyah Ambo Ala Husain. (2024). Karakteristik Pasien Preeklampsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar Tahun 2023. PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 1010–1015.

Clinical Guidelines, Q. (2021). Hypertension and pregnancy. Guideline No. MN21.13-V9-R26. Queensland Health, 1–39.

Indonesian Ministry of Health. (2014). Minister of Health Regulation Number 97 of 2014 concerning Health Services for the Pre-Pregnancy Period, Pregnancy Period, Childbirth and the Post-Birth Period, Providing Contraception Services, and Sexual Health Services. Minister of Health Regulation, 1–28.

Nirupama, A. Y., Kumari, R., & Sharma, R. (2021) Preeclampsia: Pathophysiology and management. International Journal of Reproduction, Contracetion, Obstetrics and Gynecology, 10 (1), 123-127.

Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). (2016). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Diagnosis dan Tata Laksana Preeklampsia. Jakarta: POGI.

WHO. (2016) Recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience.

Downloads

Published

2026-06-21

How to Cite

Lewinsky, E. A. (2026). Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Preeklampsia di RSIA Ananda Makassar. Jurnal Farmasi Tinctura, 7(2), 202–206. https://doi.org/10.35316/tinctura.v7i2.7779