Makna Sanksi Adat Awig-Awig sebagai Nilai Konseling bagi Remaja Menyimpang di Karangasem Bali

Authors

  • Afgan Jihadi Universitas Ibrahimy
  • Abd. Mughni Universitas Ibrahimy
  • Wawan Juandi Universitas Ibrahimy

DOI:

https://doi.org/10.35316/maddah.v3i1.1132

Keywords:

makna sanksi adat awig-awig, nilai konseling

Abstract

Pergaulan remaja dapat ditemui dimana saja mulai di lingkungan keluarga sampai masyarakat umum yang membutuhkan adanya tata cara bergaul sehingga akan ditemui kehidupan yang damai dan rukun, apalagi remaja yang pada zaman sekarang menghadapi zaman yang penuh dengan tantangan dan godaan, apalagi yang berhubungan dengan gaya. Bentuk penyimpangan yang di lakukan oleh masing-masing personal remaja maupun kolektif dapat menjadi salah satu pelanggaran pada tata nilai masyarakat destruktif dan berskonsekuensi pada individu itu sendiri maupun sosial masyarakat seperti perilaku-perilaku remaja yang di luar batas norma dan ketentuan masyarakat yang berlaku serta masalah kriminalitas yang dominannya oknumnya ialah kaum remaja. Tujuan penelitian yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan sanksi adat awig-awig sebagai nilai konseling bagi remaja berprilaku menyimpang. Adapun masyarakat remaja kampung Kecicang Islam dalam peroses pemberian nilai-nilai konseling menggunakan beberapa tahapan dalam menanagani perilaku menyimpang masyarakat. Diantaranya dengan pemberian arahan (directing), pemberian nasihat, sanksi dan treatment, terminasi.

Downloads

Published

2021-01-30

How to Cite

Afgan Jihadi, Abd. Mughni, & Wawan Juandi. (2021). Makna Sanksi Adat Awig-Awig sebagai Nilai Konseling bagi Remaja Menyimpang di Karangasem Bali. Maddah : Jurnal Komunikasi Dan Konseling Islam, 3(1), 45–56. https://doi.org/10.35316/maddah.v3i1.1132