Standardisasi Ekstrak Metanol Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) sebagai Bahan Baku Obat Tradisional

  • Moh. Rivaldi Mappa Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika
  • Rizky Resvita R. Bahi Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika
  • Riskiah Nurfathin Universitas Negeri Gorontalo
  • Huwaidah Istiqomah Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika
Keywords: Bunga Cengkeh, Ekstrak Metanol, Standardisasi

Abstract

Penggunaan obat herbal berbasis tumbuhan ini telah kembali digunakan oleh masyarakat sebagai
media pengobatan. Karena itu, diperlukan standardisasi ekstrak tumbuhan obat untuk mencegah
masyarakat menggunakan obat alami yang tidak terjamin kualitasnya. Penurunan aktivitas bahkan
timbulnya efek samping obat merupakan akibat dari bahan baku obat yang tidak terstandardisasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan beberapa standardisasi untuk ekstrak bunga cengkeh
(Syzygium aromaticum L.) untuk memastikan kualitasnya. Ekstrak bunga cengkeh diekstraksi melalui
metode maserasi, yang menggunakan pelarut metanol. Uji indentitas, organoleptik, senyawa terlarut
dalam pelarut tertentu, dan kandungan kimia adalah contoh uji parameter spesifik. Uji parameter
nonspesifik termasuk susut pengeringan, kadar air, bobot jenis, dan kadar abu.Identitas sampel yang
digunakan ektrak metanol bunga cengkeh ditunjukkan oleh hasil standardisasi spesifik. Uji organoleptik
menunjukkan ekstrak kental berwarna coklat kehitaman, berasa pahit dan agak sedikit pedas, dan
memiliki bau khas. Kandungan senyawa larut dalam air adalah 4,2041 ±0,0469, larut metanol adalah
14,8399 ±0,5314, larut n-heksana adalah 2,0165% ±0,7398, dan flavonoid adalah 0,189%. Uji parameter
ekstrak non-spesifik menunjukkan susut pengeringan 7,551 ±1,5789, kadar air 18,9157% ±0,8331, bobot
jenis 0,9814 ±0,0060, kadar abu 6,6916% ±0,0310, dan kadar abu tidak larut asam 3,1797% ±0,1933.
Menurut informasi yang dikumpulkan, ekstrak secara umum memenuhi persyaratan sebagai bahan baku
herbal yang berasal dari alam.

 

ABSTRACT
The community has continued to employ herbal treatments as a therapeutic tool. This made it
necessary to standardize the medical plan extracts in order to safeguard the public against the use of
unreliable natural medicine. The decrease in activity and even the emergence of drug side effects is the
result of non-standardized drug raw materials. In order to ensure the quality of the extract, the aim of this
work was to create certain standard criteria, both specific and nonspecific, from the clove (Syzygium
aromaticum L.) flower extract. Clove flower extract was obtained from the process of extraction of
maceration method by using methanol solvent. The tests of specific parameters included the chemical
content test, the solute in a given solvent test, the organoleptic test, and the identity test. The drying
shrinkage test, moisture test, density test, and ash content test were among the non-specific metrics tested.
The specific standardization result demonstrated that the clove methanol extract was the use sample.
According to the organoleptic test, the extract was thick, blackish brown in color, tasted bitter, had a
distinct odor, and was slightly spicy. It also had a water soluble compound level of 4.2041%±0,0469,
soluble methanol level of 14.8399%±0.5314, soluble n-hexane level of 2.041%±0.0469, and a flavonoid
level of 0,189%. The results of the extract's non-specific parameter test revealed that the dried shrinkage
was 3.1797%±0,1933 for the ash content that was not acid soluble, 18.9157%±0.8331, density of
0.9814±0.0060, and ash content of 6.6916%±0.0310 for the moisture. Based on the collected data, the
extract generally satisfies the requirements as natural herbal raw materials.

Published
2023-12-30
How to Cite
Mappa, M. R., Bahi, R. R. R., Nurfathin, R., & Istiqomah, H. (2023). Standardisasi Ekstrak Metanol Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) sebagai Bahan Baku Obat Tradisional. Jurnal Farmasi Tinctura, 5(1), 35-46. https://doi.org/10.35316/tinctura.v5i1.4036
Abstract viewed = 245 times
PDF downloaded = 452 times