Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin <p style="text-align: justify;"><strong>Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan</strong>&nbsp; is a journal published by the D III Midwifery Study Program at the Faculty of Health, Ibrahimy University, which was previously named the IBRAHIMY MIDWIFERY ACADEMY and has been published since 2014. Online journal version since 2017.&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">Oksitosin :&nbsp; Jurnal Imiah Kebidanan was published twice, namely February and August.</p> <p style="text-align: justify;">The editor invited academics, lecturers and practitioners to contribute their articles, consisting of the results of field research or literature reviews in accordance with the discipline and the provisions of our journal.&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">The focus of scientific disciplines&nbsp; about Midwifery. The scope of scientific disciplines includes: Clinical midwifery, community midwifery, maternal and child health, maternal and child nutrition, adolescent health &amp; nutrition, health promotion, health and midwifery services, health information systems, maternal and child health program, maternal and child health policy, woman Health throughout the life cycle.</p> <p style="text-align: justify;">Articles sent are original and have never been published in other media.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="http://u.lipi.go.id/1388032391">p-ISSN: 2354-9653</a> |<a href="http://u.lipi.go.id/1388032391"> e-ISSN: 2597-6524</a></p> Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy en-US Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan 2354-9653 Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Stunting https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/1373 <p><em>Stunting is a condition of a child's body that looks stunted or short if it is based on the body length index according to age. The incidence of stunting is very much found in toddlers aged 12-36 months. Indonesia is a country that has the third highest </em><em>number</em><em> of stunting cases in Southeast Asia. The number of stunting cases is nothing but the result of the level of knowledge of parents who do not understand stunting. Parents, especially mothers, have a very important role in the process of child growth and development, especially in meeting the nutritional needs of children so that children can grow well and avoid malnutrition and stunting. The purpose of this research was to find out about the level of knowledge of parents who have toddlers about editing. The method used in this research was descriptive method with data collection through filling out a questionnaire. The population in this study were all mothers of toddlers who attended PAUD Irsyadus Salam with a total of 35 mothers. Sampling by non-probability sampling with purposive sampling type. The result of this research is that most mothers of toddlers have a low level of knowledge about stunting. With the counseling about stunting, it is hoped that all mothers who have children under five can prevent stunting and achieve optimal health and development of toddlers.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Keywords: Stunting, Mother’s Knowledge</em></strong></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Stunting merupakan kondisi tubuh seorang anak yang terlihat kerdil atau pendek apabila didasarkan pada indek panjang badan menurut umur. Kejadian stunting sangat banyak di temukan pada balita usia 12-36 bulan. Indonesia merupakan negara yang mempunyai kasus stunting ketiga terbanyak seAsia Tenggara. Banyaknya kasus stunting tidak lain akibat dari tingkat pengetahuan orang tua&nbsp; yang kurang memahami tentang stunting. Orang tua khususnya ibu mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak sehingga anak bisa tumbuh dengan baik dan terhindar dari gizi buruk serta stunting. Tujuan dari penenlitian ini adalah untuk mengetahui tentang tingkat pengetahuan dari orang tua yang mempunyai balita tentang sunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan data melalui pengisian kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu balita yang sekolah di PAUD Irsyadus Salam sejumlah 35 ibu. Pengambilan sampel dengan jalan <em>non propability sampling</em> dengan tipe <em>purposive sampling</em>. Hasil dari penelitian ini bahwa paling banyak ibu balita yang mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang tentang stunting. Dengan adanya penyuluhan tentang stunting diharapakan semua ibu yang mempunyai anak usia balita bisa mencegah terjadinya stunting dan tercapainya kesehatan tumbuh kembang balita secara optimal.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci : Stunting, Pengetahuan Ibu</strong></p> Muzayyaroh Muzayyaroh Copyright (c) 2021 Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan 2021-08-01 2021-08-01 8 2 81 92 10.35316/oksitosin.v8i2.1373 Hubungan Sosial Ekonomi Orang Tua Tunggal Dengan Frekuensi Makan Dan Status Gizi Remaja https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/762 <p><em>Parental status as a single parent affects the foster pattern of young children who have an impact on child nutrition status. The pattern of the mother's feeding to the child is influenced by education, knowledge of nutrition, economics, family support and employment. The purpose of this study </em><em>wa</em><em>s to analyze the socio-economic relationship of single parents with the frequency of eating and adolescent nutritional status. The study population </em><em>wa</em><em>s a teenager (son/daughter) aged 14-16 to 91 people. Sampling technique with simple random sampling. Inclusion criteria </em><em>were</em><em> teenagers (sons/daughters) who do not live in huts, single parents (father alone or mother only). Samples in the study of 87 people. The instruments used for research are brief questionnaires about demographic data (adolescence, single parents, single parent causes, parental education, parental work). Questionnaire for special data frequency meal in a day. Observation sheet to analyze the weight and height of teenagers. Analysis of research data using Chi Square. The results showed that the acquired value P = 0,000 means there is a relationship between the social economy of a single parent with the frequency of adolescent eating and P = 0,003 means there is a relationship between a single parent social economy with a nutritional status of teenagers.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Keywords: Socio-Economic, Single Parents, Eating Frequency, Adolescent Nutritional Status</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong>Status orang tua tunggal mempengaruhi pola asuh terhadap anak yang beranjak remaja yang berdampak kepada status gizi anak. Pola pemberian makan orang tua kepada anak dipengaruhi oleh tingkat sosial ekonomi keluarga. Tujuan dari penelitian ini menganalisis hubungan sosial ekonomi orang tua tunggal dengan frekuensi makan dan status gizi remaja. Populasi penelitian remaja (putra/putri) usia 14-16 tahun sebanyak 91 orang. Teknik sampling dengan <em>simple random sampling. </em>Kriteria inklusi adalah remaja (putra/putri) yang tidak tinggal di pondok, orang tua tunggal (ayah saja atau ibu saja). Sampel dalam penelitian 87 orang. Instrumen yang digunakan kuesioner singkat tentang data demografi (umur remaja, orang tua tunggal, penyebab orang tua menjadi tunggal, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua). Kuesioner untuk data khusus frekuensi makan dalam sehari. Lembar observasi untuk menganalisi berat badan dan tinggi badan remaja. Analisis data menggunakan <em>Chi Square.</em> Hasil penelitian menunjukkan diperoleh nilai p=0,000 berarti ada hubungan antara sosial ekonomi orang tua tunggal dengan frekuensi makan remaja dan p=0,003 berarti ada hubungan antara sosial ekonomi orang tua tunggal dengan status gizi remaja.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci : Sosial Ekonomi, Orang Tua Tunggal, Frekuensi Makan, Status Gizi Remaja</strong></p> Yessy Nur Endah Sary Copyright (c) 2021 Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan 2021-08-01 2021-08-01 8 2 93 99 10.35316/oksitosin.v8i2.762 Fungsi Seksual Pada Akseptor Kontrasepsi Hormonal Depo Medroxyprogesterone Acetate https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/1288 <p><em>Hormonal changes due to the use of hormonal contraceptives are known to be one of the causes of sexual dysfunction. Impaired sexual function can affect the ability to establish and maintain intimate relationships with a partner, and interfere with mental health such as anxiety and depression. This descriptive study using a cross-sectional design aims to describe the sexual function of acceptors of hormonal contraception Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA). The population of this study was women who used DMPA hormonal contraception. Sample selection is done by total sampling. The data was collected using the Female Sexual Function Index (FSFI) questionnaire, then the data were tabulated and analyzed descriptively. The results showed that most of the DMPA contraceptive acceptors experienced sexual dysfunction and most of the acceptors had used DMPA hormonal contraception for 2 years. DMPA's systemic hypo-estrogenic effect causes vaginal mucosal atrophy, vaginal dryness, and dyspareunia, causing sexual dysfunction. Midwives as health care providers need to have open discussions with hormonal contraceptive acceptors regarding their sexual function so that contraceptive acceptors continue to use effective contraception to prevent pregnancy and continue to provide emotional and sexual support in a woman's life.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Keywords: Sexual Function, Acceptor, DMPA</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Perubahan hormonal akibat penggunaan kontrasepsi hormonal diketahui menjadi salah satu penyebab disfungsi sexual. Gangguan fungsi seksual dapat mempengaruhi kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan intim dengan pasangan, dan mengganggu kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Penelitian deskriptif ini&nbsp; menggunakan desain <em>Cross Sectional</em> bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi seksual akseptor kontrasepsi hormonal Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA). Populasi penelitian ini adalah wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal DMPA. Pemilihan sampel dilakukan secara <em>total sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan kuesioner <em>Female Sexual Function Index</em> (FSFI) selanjutnya data ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar akseptor kontrasepsi DMPA mengalami disfungsi seksual dan sebagian besar akseptor sudah ≥ 2 tahun&nbsp; menggunakan kontrasepsi hormonal DMPA. Efek hipo estrogenik sistemik DMPA ini menyebabkan mukosa vagina atrofi, kekeringan vagina dan dispareunia sehingga menyebabkan gangguan fungsi seksual. Bidan sebagai pemberi pelayanan kesehatan perlu melakukan diskusi secara terbuka dengan akseptor kontrasepsi hormonal terkait fungsi seksual mereka sehingga akseptor kontrasepsi tetap menggunakan kontrasepsi efektif untuk mencegah kehamilan dan tetap memberi dukungan secara emosional dan seksual di kehidupan seorang wanita.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci : </strong><strong>Fungsi Seksual, Akseptor, DMPA</strong></p> Farida Yuliani Fitria Edni Wari Ferilia Adiesti Nurun Ayati Khasanah Copyright (c) 2021 Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan 2021-08-01 2021-08-01 8 2 100 107 10.35316/oksitosin.v8i2.1288 Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Sikap Orangtua Dalam Penanganan Awal Kejang Demam Pada Balita https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/889 <p><em>Parents of toddlers with fever seizures are worried and anxious if their toddler has a fever and body temperature does not drop immediately.&nbsp; This can be caused by perents’ ignorance about the early handling of febrile seizures in toddlers. The purpose of this study was to determine the effect of health education on febrile seizures on parents’ attitudes in handling emergency febrile seizures in toddlers. This research is a quantitative study with a desaign quasy experiment design with a one group pretest posttest desaign design. The sample population of parents who </em><em>had</em><em> children aged 3 months-5 years is 80 people&nbsp; by means of purposive sampling. The research was conducted for 2 months, namely July-August 2020 at RW 01 and RW 02Wonokromo Vileage, Surabaya. Dta collection in the from of a questionnaire. Statistical</em> <em>test using the Wilcoxon Sign Rank Test. The statistical test result obtained a significance value of 0.000 (p value ˂0.005), which means that thhere is an effect of health education on &nbsp;the ettitudes of parents in handling emergency febrilr seizures in toddlers. Health education can increase knowladge so that it can change parents’ attitudes in early handling of febrile seizures in toddlers.&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Keywords: Health </em></strong><strong><em>E</em></strong><strong><em>ducation, Fever </em></strong><strong><em>C</em></strong><strong><em>onvulsions, </em></strong><strong><em>T</em></strong><strong><em>oddlers</em></strong></p> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong>Orangtua dengan balita kejang demam merasa khawatir dan cemas apabila balita mereka mengalami demam dan suhu tubuh yang tidak segera turun. Hal ini dapat disebabkan karena ketidaktahuan orang tua tentang penanganan awal kejadian kejang demam pada balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang kejang demam terhadap sikap orangtua dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain <em>quasy eksperiment desaign</em> dengan rancangan <em>one group pretest posttest desaign</em>. Populasi orang tua yang memiliki anak berusia 3 bulan - 5 tahun sampel berjumlah 80 orang dengan cara <em>Purposive sampling</em>. Penelitian dilakukan selama 2 bulan yaitu Juli-Agustus 2020 di RW 01 dan RW 02 Kelurahan Wonokromo Surabaya. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil uji statistik didapatkan nilai signifikansi 0,000 (<em>p value &lt;0,005) </em>artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap orang tua dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam pada balita. Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahauan sehingga dapat merubah sikap orangtua dalam melakukan penanganan awal kejang demam pada balita.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci : </strong><strong>Pendidikan Kesehatan, Kejang Demam, Balita</strong></p> Siska Nurul Abidah Hinda Novianti Copyright (c) 2021 Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan 2021-08-01 2021-08-01 8 2 108 115 10.35316/oksitosin.v8i2.889 Pengaruh Leaflet Covid-19 Terhadap Ibu Dan Bayi Pada Masa Pandemi Di Praktik Mandiri Bidan https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/1000 <p><em>Early 2020, the Corona virus (Covid-19) was officially designated by the WHO as a dangerous infectious disease that can be transmitted to humans. During the pandemic situation, the group that is vulnerable to contracting Covid-19 is the midwife, whose main task is maternal and child health services at the basic level. Midwives must understand how the protocol for maternal and child health services is to avoid the transmission of Covid-19. The purpose of this study was to analyze the effect of the Covid-19 leaflet protocol on maternal and infant care, the research method used was quasi-experimental, with one group pre and post test. The population in the study was midwives who opened independent practice during the Covid-19 pandemic in Bengkulu City, the sampling technique was random sampling, which returned 35 samples. Data analysis with chi square method. The results of the statistical test showed that the level of knowledge of respondents after being given the Covid-19 protocol leaflet for maternal and infant services, there was an increase in the good category from 71.43% to 94.29%. The category was originally 57.1% to 5.71%, and knowledge was low from 20.0% to 0.0%. There is a difference in the level of knowledge after giving the intervention and before giving the intervention using leaflet media and there is no difference in attitude between before the intervention and the intervention after using the leaflet.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong> <strong><em>Leaflet, Maternal Neonatal,Covid-19</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Awal tahun 2020 Coronavirus (Covid-19) resmi ditetapkan oleh WHO sebagai penyakit infeksi berbahaya yang dapat menular ke manusia. Saat situasi pandemi kelompok yang rentan untuk tertular Covid-19 adalah bidan, dimana tugas utamanya adalah melayani kesehatan ibu dan anak ditingkat pelayanan dasar. Bidan harus memahami bagaimana protokol pelayanan kesehatan ibu dan anak, agar terhindar dari penularan Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh leaflet protokol Covid-19 terhadap pelayanan ibu dan bayi, metode penelitian yang digunakan adalah <em>quasi experiment</em>, dengan satu grup<em> pre dan post tes</em>t. Populasi dalam penelitian adalah bidan yang membuka praktik mandiri selama pandemi Covid-19 di Kota Bengkulu, teknik pengambilan sampel dengan random sampling yaitu berjumlah 35 sampel. Analisis data dengan metode <em>chi square.</em> Hasil uji statistik didapatkan tingkat pengetahuan responden setelah diberikan <em>leaflet </em>protokol Covid-19 pelayanan ibu dan bayi, terjadi peningkatan untuk kategori baik dari 71.43% menjadi 94.29%. Kategori sedang yang awalnya 57.1% menjadi 5.71%, dan pengetahuan rendah dari 20.0% menjadi 0.0%. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan bidan setelah pemberian intervensi dan sebelum pemberian intervensi dengan menggunakan media <em>leaflet</em> dan tidak terdapat perbedaan sikap antara sebelum intervensi dan setelah intervensi dengan menggunakan <em>leaflet</em>.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><strong>Leaflet, Maternal Neonatal, Covid-19</strong></p> Deni Maryani Dara Himalaya Copyright (c) 2021 Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan 2021-08-01 2021-08-01 8 2 116 127 10.35316/oksitosin.v8i2.1000 Hubungan Paritas Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Menghadapi Persalinan Normal https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/908 <p><em>Many type of childbirth will cause anxiety to the mother, especially if it is the first time.</em><em>The purpose of this study was to analyze the relationship of parity with the level of anxiety of mothers facing normal childbirth in Independent Midwife Practice (PMB) Ny. Sutami Gabel Village, Kauman District, Ponorogo Regency. This type of research is correlational analysis with cross sectional research design. The research was conducted in PMB Ny. Sutami Gabel Village, Kauman District, Ponorogo Regency, May to June 2018. Samples were taken using total sampling. Research data was collected using a questionnaire and the HARS scale cheklis. The collected data was then tabulated, univariate analyzed, and bivariate analysis using Spearman Rank statistical test with the help of SPSS 18.0 program.</em> <em>The results showed that 22 mothers (55%) were primipara (first giving birth), and 15 respondents (37.5%) had mild anxiety levels. Based on the results, the Sig (2-tailed) value is 0.009 (value ρ 0.009 &lt;α 0.05), which means that H<sub>0</sub> is rejected there is a relationship between parity with the level of anxiety facing childbirth.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Keywords: Parity, Anxiety, Childbirth.</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Semua jenis persalinan akan menyebabkan kecemasan pada ibu bersalin terutama bila persalinan itu merupakan yang pertama. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan paritas dengan tingkat kecemasan ibu menghadapi persalinan normal di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Ny. Sutami Desa Gabel Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo.Jenis penelitian ini adalah <em>analitik korelasional </em>dengan rancangan penelitian <em>cross</em> <em>sectional</em>. Penelitian dilakukan pada Bulan Mei sampai dengan Juni 2018. Sampel diambil menggunakan <em>total </em><em>sampling</em>. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan cheklis skala HARS. Data yang terkumpul kemudian ditabulasi, dianalisa univariate, dan analisa bivariate menggunakan uji statistik <em>Spearman Rank</em> dengan bantuan program SPSS 18,0. Hasil penelitian menunjukkan 22 ibu (55%) adalah primipara (baru pertama melahirkan), dan 15 responden (37,5%) memiliki tingkat kecemasan ringan. Berdasarkan hasil uji statistic<em> Spearman Rank </em>menunjukkan nilai Sig (2-tailed) adalah 0,009 (nilai ρ 0,009 &lt; α 0,05) yang berarti H<sub>0 </sub>ditolak ada hubungan paritas dengan tingkat kecemasan menghadapi persalinan.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> <strong>Paritas, Kecemasan, Persalinan.</strong></p> Sinta Ayu Setiawan Lania Nurfaiza Copyright (c) 2021 Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan 2021-08-01 2021-08-01 8 2 128 135 10.35316/oksitosin.v8i2.908 Pengaruh Jus Bayam terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester I dan II https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/1353 <p><em>One of the threats that can harm pregnant women and fetuses is anemia. In Indonesia, in light of the consequences of Riskesdas in 2013, the pervasiveness of weakness in pregnant ladies was 37.1%. The motivation behind this examination was to decide the impact of spinach juice on expanding hemoglobin levels in pregnant ladies in the first and second trimesters at the Niar Pratama center in 2020. The exploration plan in understanding with this investigation was a semi test utilizing the One Group Pretest Posttest approach. The study was conducted in September 2020. The sample in this study was 10 people. Analysis of this statistical test using the t test (Test Paired Sample T Test). The results of this study using statistical tests obtained a p-value of 0.000 &lt;0.05, so that there is an effect between giving spinach juice to increasing hemoglobin levels in pregnant women in the second and second trimesters.</em> <em>In light of the aftereffects of examination on the effect of spinach juice on expanding hemoglobin levels in pregnant ladies in the first and second trimesters at the Niar Pratama Clinic in 2020, explicitly there is an impact between giving spinach juice to increment hemoglobin levels in pregnant ladies. </em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Keywords: Spinach Juice, Hb, Pregnant Women</em></strong></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Salah satu ancaman yang dapat membahayakan ibu hamil dan janin adalah anemia. Di Indonesia, berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013, prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 37,1%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jus bayam terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester I dan II di Klinik Pratama Niar tahun 2020. Desain penelitian yang sesuai dengan penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan menggunakan pendekatan One Group Pretest Posttest. Penelitian dilakukan pada bulan September tahun 2020. Sampel&nbsp; pada penelitian ini yaitu sebanyak 10 orang. Analisa uji statistik ini menggunakan uji t (<em>Uji Paired Sampel T Test</em>). &nbsp;Hasil dari penelitian ini menggunakan uji statistik didapatkan nilai <em>p-value</em> sebesar 0,000 &lt; 0,05, sehingga ada pengaruh antara pemberian jus bayam terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester I dan II. Berdasarkan hasil penelitian mengenai dampak jus bayam terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester I dan II di Klinik Pratama Niar tahun 2020, secara spesifik terdapat pengaruh antara pemberian jus bayam untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci: Jus Bayam, Hb, Ibu Hamil</strong></p> Dian Zuiatna Elvi Era Liesmayani Reni Julia Tan Copyright (c) 2021 Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan 2021-08-01 2021-08-01 8 2 136 144 10.35316/oksitosin.v8i2.1353 Terapi Akupreseur Untuk Penurunan Nyeri Haid https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/1376 <p><em>Based on a survey from the WHO showed that 80% of adolescents aged 17-21 years experienced menstrual pain. Menstrual pain or dysmenorrhea is a condition that bothers most women during menstruation regardless of age, with the highest percentage in their early teens experiencing menarche. One of the non-pharmacological treatment of menstrual pain is acupressure therapy. The purpose of this study was to determine the decrease in menstrual pain after giving acupressure therapy. The design of this research is pre-experimental (One group pre-test post-test). The research was carried out for 3 month. The population in this study were all young women at the Salafiyah Syafiiyah Islamic Boarding School in Situbondo and the sample size was 30 young women. The research instruments were in the form of observation sheets and questionnaires with accidental sampling technique. From the results of SPSS data analysis, it was found that the mean was 5.43 for the level of pain before acupressure therapy and the mean was 2.83 for the level of pain after the acupressure therapy. Acupressure is a simple form of therapy to reduce menstrual pain. This study can be used as a reference in developing alternative midwifery care related to reducing menstrual pain in adolescent girls with acupressure techniques.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><strong><em>Acupressure Techniques, Menstrual Pain</em></strong></p> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong>Berdasarkan survey dari WHO memperlihatkan bahwa remaja usia 17-21 tahun 80% mengalami nyeri haid. Nyeri haid atau disminore biasa disebut dengan kondisi yang mengurangi kenyamanan saat beraktivitas dan sebagian besar perempuan saat menstruasi dan tidak melihat usia dengan jumlah mayoritas di saat remaja awal dan baru mengalami menstruasi awal. Salah satu penanganan nyeri haid secara non farmakologis adalah dengan terapi akupreseur . Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penurunan nyeri haid setelah pemberian terapi akupreseur. Desain penelitian ini adalah <em>pra experiment (one group pre test post test).</em> Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 3 bulan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo dan besar sampel 30 remaja putri. Intrument penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner dengan teknis <em>accidental sampling.</em> Dari hasil analisa data SPSS didapatkan <em>mean</em> 5,43 untuk tingkat nyeri sebelum terapi akupreseur dan <em>mean</em> 2,83 untuk tingkat nyeri sesudah terapi akupreseur. Akupreseur merupakan salah satu bentuk terapi sederhana untuk menurunkan nyeri haid. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan asuhan alternatif kebidanan yang berkaitan dengan penurunan nyeri haid pada remaja putri dengan teknik akupreseur.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci : </strong><strong>Terapi Akupreseur, Nyeri Haid</strong></p> Neny Yuli Susanti Copyright (c) 2021 Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan 2021-08-01 2021-08-01 8 2 145 150 10.35316/oksitosin.v8i2.1376