Ketahanan Pasar Bank Syariah dan Konvensional pada Periode Sentimen Negatif Investor: Bukti dari Indonesia

Authors

  • Muhamad Rizky Arifandi Akuntansi, Politeknik Negeri Malang, Malang
  • Yasin Nur Rohim Akuntansi, Politeknik Negeri Malang, Malang

DOI:

https://doi.org/10.35316/mazinda.v4i2.10138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar dan membandingkan tingkat ketahanan pasar antara saham perbankan syariah dan konvensional di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam menghadapi peristiwa penjualan bersih oleh investor asing (net foreign sell) secara ekstrem sebesar Rp8,36 triliun yang terjadi pada tanggal 29 Mei 2026. Peristiwa ini merupakan salah satu aksi penjualan bersih terbesar oleh investor asing dalam sejarah pasar modal Indonesia dan berpotensi menimbulkan sentimen negatif yang memengaruhi kinerja saham sektor perbankan. Penelitian ini menggunakan metode studi peristiwa (event study) dengan jendela peristiwa perdagangan selama 11 hari, yang mencakup lima hari sebelum peristiwa (t-5), hari terjadinya peristiwa (t_0), dan lima hari setelah peristiwa (t+5). Sampel penelitian terdiri dari tiga saham bank syariah dan sepuluh saham bank konvensional yang terdaftar di pasar saham Indonesia. Reaksi pasar diukur menggunakan Average Abnormal Return (AAR) dan Cumulative Average Abnormal Return (CAAR), sedangkan ketahanan pasar dianalisis berdasarkan besarnya penurunan abnormal return dan akumulasi kerugian selama periode peristiwa tersebut

Downloads

Published

2026-08-01

How to Cite

Arifandi, M. R., & Nur Rohim, Y. (2026). Ketahanan Pasar Bank Syariah dan Konvensional pada Periode Sentimen Negatif Investor: Bukti dari Indonesia. Mazinda : Jurnal Akuntansi, Keuangan, Dan Bisnis, 4(2), 145–163. https://doi.org/10.35316/mazinda.v4i2.10138