Perspektif Hukum Islam Terhadap Duwi Papendre’ dalam Pernikahan Adat Bugis

Penulis

  • Mawardi Mawardi Hukum Keluarga Islam, Universitas Ibrahimy, Jawa Timur 68374, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35316/jummy.v3i1.7178

Kata Kunci:

Customary Law, Customary Marriage Law, Duwi Papendre’, Islamic Law

Abstrak

Indonesia is a vast country with diverse customs and cultures across its regions. It is critical to protect and promote these customs and cultures. Our ancestors' customs and traditions, rich in values and meaning, define human behaviour in society and serve as guidelines for living a dignified life. For example, the Bugis of Nipah Panjang 1 Village, Nipah Panjang District, Tanjung Jabung Timur Regency, Jambi Province, continue to practise a wedding tradition known as duwi papendre’. Duwi papendre’ is one of the basic requirements that the prospective husband's family must meet during a traditional wedding. Before proposing to a Bugis girl in Nipah Panjang, a man must perform duwi papendre’. This study focuses on the practice of duwi papendre' in Nipah Panjang Village, as well as the impact of Islamic law on Bugis traditional marriage. This study used a qualitative research method. This study used the following data sources: Primary data, including data obtained from field research objects through interviews and observations with relevant parties such as community leaders, the Religious Affairs Office (KUA), Duwi Papendre' practitioners, and other community members about the Duwi Papendre' practice implemented in the Nipah Panjang 1 Village community. Secondary data, or supporting or complementary data related to the research problem, were gathered from various sources, including the Quran, Hadith, journal articles, theses, etc. According to the findings of this study, the Duwi Papendre’ practice involves the groom paying a sum of money to the family of the woman he wishes to marry. This Duwi Papendre' is not a dowry but funds for organising a wedding reception or walimatul 'ursy at the woman's home. In contrast, the dowry must be given to the bride as her personal property. The amount of duwi papendre’ to be given is determined by both parties' agreement, which typically considers the prospective bride's social, educational, and economic status and the prospective groom's abilities. According to Islamic law, duwi papendre' in the Nipah Panjang 1 area is permissible as long as there is no burden or coercion and it is based on voluntary and mutual agreement. The practice of duwi papendre' is acceptable in Islam, because a custom or 'urf can be made law if it is widely accepted and there is no evidence to the contrary. Sharia recommends giving duwi papendre’ in a marriage proposal to strengthen the relationship between the two parties. Similarly, the obligation to give duwi papendre' is to organise a wedding reception or walimatul 'ursy, which is a recommended act in sharia as long as it is carried out without elements that contradict sharia and aims to follow the Prophet Muhammad's sunnah.

Referensi

Al Ayubi, M. K. (2025). Studi Kualitatif Pernikahan Dini Di Wilayah Kota Yogyakarta 2024 (Perspektif Sosial Budaya). PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(2), 2798–2807. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i2.7747

Ash-Shan’ani, M., & bin Ismail, M. (2013). Subulus Salam Syarah Bulughul Maram. Juz III Beirut: Dar Al-Kutub, Tt, Hlm.

Aziz, R., & Mangestuti, R. (2021). Membangun keluarga harmonis melalui cinta dan spiritualitas pada pasangan suami istri di provinsi jawa timur. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 14(2), 129–139. https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.2.129

Damayanti, R. (2019). Fenomena Jumlah Sinamot Dalam Perkawinan Suku Batak (Studi Kasus Di Desa Hajoran Julu, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Provinsi Sumatera Utara). UIN Sunan Kalijaga.

Darani, N. P. (2021). Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Perspektif Hadis. Jurnal Riset Agama, 1(1), 133–144.

Daryanti, N., Harahap, O. M. H., & Wihidayati, S. (2022). Tinjauan Hukum Islam Tentang Pelaksanaan Khitbah Pada Masa Modern (Studi Kasus Kelurahan Kesambe Baru). IAIN Curup.

Departemen Agama, R. (2022). Al-Qur’an dan Terjemahnya. In Bandung: Diponegoro. Jakarta: Al-Huda.

Faisal, A., Hartini, H., Kusumastuti, S. Y., Nurhayati, N., & Rahayu, D. H. (2024). Buku Referensi Metodologi Penelitian Bidang Sosial: Panduan dan Teori Komprehensif terhadap Metodologi Penelitian Bidang Sosial. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Fitri, R. (2024). Dampak Stratifikasi Sosial Terhadap Penentuan Mahar Perkawinan Di Masyarakat Simeulue (Studi Kasus Desa Silengas Kecamatan Teupah Barat Kabupaten Simeulue). UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Gunawan, G., & Amir, A. (2024). Perspektif Hukum Islam Tentang Dui Pappenre Studi Kasus Dikelurahan Nipah Panjang 1 Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Al-Hukmi: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Keluarga Islam, 4(2), 115–129. https://doi.org/10.35316/alhukmi.v4i2.3799

Habziz, K. (2019). Simpel dan Mudah Menguasai 175 Kaidah Fiqih. Situbondo: Tanwirul Afkar.

Hanif, H. A., & Yunita, Y. I. (2023). Derajat Mahar Dalam Proses Perkawinan Tinjauan Fikih Munakahat. Al-Mawarid Jurnal Syariah Dan Hukum (JSYH), 5(1), 19–32. https://doi.org/10.20885/mawarid.vol5.iss1.art2

Haryanti, S. S. (2017). Pisuke dalam adat pernikahan perspektif maslahah mursalah: Study kasus di Desa Tanak Beak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Hasan, M. A. (2006). Pedoman Hidup Berumah Tangga dalam Islam. Jakarta: Siraja Prenada Media Group.

Hasanuddin, H. (2024). Wawancara. Tanjung Jabung: Peneliti.

Hidayat, F. T., & bin Mohd Qasim, M. I. A. (2016). Kaedah Adat Muhakkamah Dalam Pandangan Islam (Sebuah Tinjauan Sosiologi Hukum). Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), 9(1), 67–83.

Idris, I. (2024). Wawancara. Tanjung Jabung: Peneliti.

Ilyas, I. S. A. (2023). Agama Dan Relasi Budaya Dalam Islam: Menjelajahi Peran Penting Budaya Dalam Pembentukan Identitas Keagaman. Al Aufa: Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislaman, 5(2), 113–133. https://doi.org/10.32665/alaufa.v5i2.1667

Imran, A. (2008). Tinjauan hukum Islam terhadap peleksanaan walimah perkawinan adat Minangkabau di Nagari Tabek Panjang Kecamatan Baso Kabupaten Agam Sumatera Barat.

Lexy J. Moleong. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif (40th ed.; Remaja Rosdakarya, Ed.). Bandung.

Machmud, M., Syahril, M. A. F., & Kasim, A. (2024). The Influence of Education and Social Status on Dui Pappenre’s Value: Family Financial Implications. Amsir Management Journal, 5(1), 1–7. https://doi.org/10.56341/amj.v5i1.571

Manap, M. S. (2024). Wawancara. Tanjung Jabung: Peneliti.

Multazam, M. (2020). Tinjauan hukum islam terhadap ketentuan pembayaran biaya adat sebelum akad nikah: studi kasus Di Desa Pemenang Barat Kec. Pemenang Kab. Lombok Utara. UIN Mataram.

Muslimin, E., Nurwadjah, N., & Suhartini, A. (2021). Konsep dan metode uswatun hasanah dalam perkembangan pengelolaan pendidikan Islam di Indonesia. MUNTAZAM, 2(01).

Nadirah, S. P., Pramana, A. D. R., & Zari, N. (2022). metodologi penelitian kualitatif, kuantitatif, mix method (mengelola Penelitian Dengan Mendeley dan Nvivo). CV. Azka Pustaka.

Nasution, T. (2024). Pergaulan calon pengantin pra akad nikah ditinjau dari fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 287 Tahun 2001 (studi kasus Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara). UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.

Norma, N. (2024). Wawancara. Tanjung Jabung: Peneliti.

Nugroho, U. (2018). Metodologi penelitian kuantitatif pendidikan jasmani. Penerbit CV. Sarnu Untung.

Saebani, B. A. (2023). Hukum Perkawinan Islam dan Isu-Isu Kontemporer Hukum Keluarga. Bandung: CV Pustaka Setia.

Safrizal, A. (2024). Pemanfaatan Pohon Nipah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Di Gampong Suaq Geuringgeng Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan. UIN Ar-Raniry Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Senu, R. (2021). Pandangan Masyarakat Terhadap Pergaulan Pasca Pertunangan (Studi Kasus Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh). UPT. PERPUSTAKAAN.

Shomad, A. (2017). Hukum islam: Penormaan prinsip syariah dalam hukum indonesia. Kencana.

Sugiono, S. (2018). Metodologi penelitian kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syarifuddin, A. (2011). Hukum perkawinan Islam di Indonesia: antara fiqh munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Kencana.

Tang, A. (2022). Keesaan Al-Khalik Dan Pluralitas Makhluk Dalam Al-Qur’an Surah Al-Zumar: 62. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 16–29. https://doi.org/10.36232/jurnalpaida.v1i1.1439

Winario, M. (2020). Standardisasi mahar perspektif Maqâshid Syarîah. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Zainuddin, F. (2015). Konsep Islam Tentang Adat: Telaah Adat Dan’Urf Sebagai Sumber Hukum Islam. LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran Dan Kebudayaan, 9(2), 379–396. https://doi.org/10.35316/lisanalhal.v9i2.93

Zakaria, L., & Aryamega, F. L. (2018). Let’s Get Married, Panduan Lengkap Menuju Resepsi Pernikahan. Niaga Swadaya.

Diterbitkan

2025-08-12

Cara Mengutip

Mawardi, M. (2025). Perspektif Hukum Islam Terhadap Duwi Papendre’ dalam Pernikahan Adat Bugis. Jurnal Multidisiplin Ibrahimy, 3(1), 83–101. https://doi.org/10.35316/jummy.v3i1.7178

Terbitan

Bagian

Articles