Pemijahan Semi Alami Ikan Tambakan (Helostoma temminckii)

  • Muhammad Fadhil Akbar Universitas Sriwijaya
  • Suherman Suherman Balai Benih Ikan Bedegung, Muara Enim
  • Retno Cahya Mukti Universitas Sriwijaya

Abstract

Ikan tambakan (Helostoma temmincki) adalahiikan asli Indonesia terdapat di beberapa sungai di Sumatera dan Kalimantan. Benihiikan tambakan yang berasal dari perairan umum saat ini sudah mulai sulit didapatkan karena penangkapan ikan tambakan ini dilakukan secara berlebihan untuk diambil telurnya. Budidaya ikan tambakan belum banyak dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pemijahan ikan tambakan secara semi alami terhadap fekunditas, derajat pembuahan dan derajat penetasan yang dihasilkan. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu tahapan seleksi indukan, penyuntikan hormon, pemijahan dan penetasan telur. Induk jantan yang digunakan berukuran 237,5 g, sedangkan ukuran induk betina yang digunakan yaitu 250 g, perbandingan induk jantan:betina yaitu 2:1, dosis hormon ovaprim® yang digunakan yaitu 0,2 mL kg-1 dari bobot induk betina, dan 0,4 mL kg-1 dari bobot induk jantan.  Parameter yang diamati yaitu fekunditas, derajat pembuahan, derajat penetasan, dan kualitas air. Data fekunditas, derajat pembuahan, derajat penetasan, dan kualitas air yang diperoleh diolah dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Data hasil yang diperoleh yaitu fekunditas 95.329 butir, derajat pembuahan sebesar 93,5% dan derajat penetasan sebesar 95,6%. Kualitas air pada kolam induk yaitu suhu sebesar 27,5 oC dan pH sebesar 7,16, sedangkan kualitas air pada akuarium pemeliharaan yaitu suhu sebesar 27,6 oC dan pH 8,49. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pemijahan ikan tambakan secara semi alami menunjukkan hasil yang tinggi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arfah, H., Maftucha, L.,dan Carman, O. 2007. Induced spawning of giant gouramy Osphronemus gouramy Lac. by ovaprim. Jurnal Akuakultur Indonesia, 5(2), 103-112

Arifin, O. Z., Prakoso, V. A., dan Pantjara, B. 2018. Ketahanan ikan tambakan (Helostoma temminckii) terhadap beberapa parameter kualitas air dalam lingkungan budidaya. Jurnal Riset Akuakultur, 12(3), 241-251

Burmansyah, B., Muslim, M., dan Fitrani, M. 2013. Pemijahan ikan betok (Anabas testudineus) semi alami dengan sex ratio berbeda. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 1(1), 23–33.

Cahyanti, W., Subagja, J., Kusdiarti, K., Irawan, D., dan Arifin, O. Z. 2021. Keragaan bioreproduksi tiga generasi ikan tambakan (Helostoma temmickii Cuvier, 1829). Media Akuakultur, 16(1), 1–6.

Darwisito, S. 2006. Kinerja Reproduksi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Mendapat tambahan minyak ikan dan vitamin E dalam pakan yang dipelihara pada salinitas media berbeda. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana IPB. Bogor. 146 hlm.

Effendie, M. I., 1978. Biologi Perikanan. Bagian I, Study Natural History. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 105 hal.

Effendi, 2004. Pengantar Akuakultur. Penebar Swadaya. Jakarta. Hal 107

Firmantin, I. T., A. Sudaryono, A., dan Nugroho, R. A. 2017. Pengaruh kombinasi omega-3 dan klorofil falam pakan terhadap fekunditas, derajat penetasan dan kelulushidupan benih ikan mas (Cyprinus carpio, L). Journal of Aquaculture Management and Technology, 4(4), 95–100.

Hasan, H., Farida, F., dan Suherman, S. 2016. Pemijahan ikan biawan (Helostoma temminckii) secara semi buatan dengan rasio jantan yang berbeda terhadap fertilisasi, daya tetas telur dan sintasan larva. Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian Dan Kajian Ilmu Perikanan Dan Kelautan, 4(2), 13–20.

Hijriyati, K. H., 2012. Kualitas telur dan perkembangan awal larva ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) di Desa Air Saga, Tanjung Pandang, Belitung. Tesis. Universitas Indonesia.

Lisna, L. 2016. Aspek biologi reproduksi ikan tambakan (Helostoma temminckii) di perairan umum Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi. Biospecies, 9(1), 15–22.

Mariska, A., Muslim, M., dan Fitrani, M. 2013. Laju penyerapan kuning telur tambakan (Helostoma temminckii C.V) dengan suhu inkubasi berbeda. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 1(1), 34–45.

Masrizal dan Efrizal. 1997. Pengaruh Rasio Pengenceran sperma Terhadap Fertilitas Sperma dan Daya Tetas Telur Ikan Mas (Cyprinus carpio). Fish J. Garing 6 (1): 1 – 9.

Mukti, R. C., Utomo, N. B. P., dan Affandi, R. 2014. Penambahan minyak ikan pada pakan terhadap kinerja pertumbuhan dan komposisi asam lemak Ikan sidat Anguilla bicolor bicolor. Jurnal Akuakutur Indonesia, 13(1), 54-60.

Nurdawati, S., dan Prasetyo, D. 2007. Fauna ikan ekosistem hutan rawa di Sumatera Selatan. Jurnal Iktiologi Indonesia, 7(1), 1–8.

Rustidja. 2004. Pemijahan Buatan Ikan-Ikan Daerah Tropis. Bahtera Press. Malang. hal. 91.

Sari, R. P., 2021. Pertumbuhan ikan tambakan (Helostoma temminckii) yang diberi pakan dengan kandungan protein berbeda. Skripsi. Sriwijaya University.

Sugistia, D., Nuraini, N., dan Aryani, N. 2017. Influence injecting ovaprim with different doses of ovulation and hatchery siban fish (Cyclocheilictys apogon). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Riau, 4(1), 1–10.

Yurisman, Y. 2009. The influence of injection ovaprim by different dosage to ovulation and hatching of tambakan (Helostoma temmincki C.V). Berkala Perikanan Terubuk, 37(1), 68–85.

Published
2023-05-11
How to Cite
Akbar, M. F., Suherman, S., & Retno Cahya Mukti. (2023). Pemijahan Semi Alami Ikan Tambakan (Helostoma temminckii) . Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan, 14(1), 39-46. https://doi.org/10.35316/jsapi.v14i1.2396
Abstract viewed = 640 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 1229 times