Studi Perbandingan Kelembagaan Ekonomi Islam di Berbagai Benua: Dinamika, Peluang, dan Tantangan

Authors

  • Zannubah Khafsah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati, Cirebon
  • Yeni Rokhayani Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati, Cirebon
  • Acep Acep Ubay Bayanulhaq UIN Siber Syech Nurjati Cirebon
  • Naufal Luthfi Alifa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati, Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.35316/iltizam.v3i2.8318

Keywords:

Kelembagaan Ekonomi Islam, Globalisasi, Tata Kelola Syariah

Abstract

Abstrak: Meskipun kelembagaan ekonomi Islam idealnya menjadi pilar yang menjamin keadilan, transparansi, dan keseimbangan ekonomi global, kenyataannya penerapannya di berbagai benua masih menghadapi kesenjangan tata kelola, regulasi yang belum harmonis, serta keterbatasan adaptasi terhadap dinamika globalisasi ekonomi. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana kelembagaan ekonomi Islam dapat diadaptasi dan diperkuat agar tetap relevan, berdaya saing, dan berkelanjutan di tengah tantangan regulasi, disrupsi teknologi, serta perbedaan konteks sosial di Asia, Amerika, Eropa, Afrika, dan Oseania. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis data sekunder yang bersumber dari laporan lembaga keuangan, publikasi ilmiah internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tantangan kelembagaan ekonomi Islam di berbagai benua meliputi lemahnya kepatuhan syariah, keterbatasan regulasi, dan rendahnya literasi keuangan syariah; (2) penerapan kelembagaan Islam di setiap benua berbeda sesuai konteks sosial, hukum, dan ekonomi masing-masing wilayah; (3) strategi penguatan kelembagaan menekankan pentingnya integrasi tata kelola syariah, inovasi digital, serta dukungan kebijakan lintas negara; serta (4) kelembagaan ekonomi Islam memiliki dampak terhadap pertumbuhan inklusif, stabilitas keuangan, serta keadilan sosial di tingkat global. Dengan demikian, penguatan kelembagaan ekonomi Islam lintas-benua menjadi kunci membangun sistem ekonomi global yang etis, resilien, dan berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-01-31