Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin <p>Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan&nbsp; adalah jurnal &nbsp;yang diterbitkan oleh Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy, yang sebelumnya bernama AKADEMI KEBIDANAN IBRAHIMY&nbsp;dan telah terbit sejak tahun 2014. Versi Online sejak Tahun 2017.</p> <p>Oksitosin Jurnal Imiah Kebidanan terbit secara berkala dua kali setahun yaitu Bulan Februari dan Agustus. Redaksi mengundang Akademisi, Dosen dan Praktisi menyumbangkan artikelnya, baik berupa hasil penelitian lapangan ataupun <em>literature review&nbsp;</em>&nbsp;sesuai dengan disiplin ilmu dan ketentuan jurnal Kami. Artikel yang dikirim bersifat asli dan belum pernah dipublikasikan di media lain.</p> <p><a href="http://u.lipi.go.id/1388032391">P-ISSN:&nbsp;2354-9653</a> |<a href="http://u.lipi.go.id/1388032391"> E-ISSN:&nbsp;2597-6524</a></p> en-US azizatulhamidiyah@ibrahimy.ac.id (Azizatul Hamidiyah) alfi@fik.ibrahimy.ac.id (Nurul Alfiyatuz Zahro) Fri, 01 Feb 2019 00:00:00 +0000 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGARUH PEMBERIAN HOMECARE MAHASISWI DIII KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP JENIS METODE KB TERPILIH http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/338 <p style="text-align: justify;"><em>The use of contraception after childbirth is so important to prevent the occurrence of unwanted pregnancies. Nearly 80% of family planning acceptors choose hormonal birth control, so people are not familiar with hormonal birth control. However, many acceptors complained about the side effects of family planning so that many acceptors dropped out. One of the causes of the number of family planning acceptors dropping out is the lack of understanding of hormonal family planning so that it is necessary to provide health education about family planning and contraceptive methods to increase maternal awareness of using contraception. The purpose of this study was to analyze the effect of homecare giving from midwifery students in trimester III pregnant women on the type of selected birth control method in Malang. This study was an observational study with a cross-sectional approach. The research sample amounted to 67 respondents. Data analysis using the chi-square test. The result of the chi-square test p-value is 0.132&gt; 0.05, which means there is no significant relationship between home care services and the type of family planning method chosen after delivery. It is hoped that students, educational institutions and midwives will jointly improve the quality of services by providing optimal IEC related to family planning and contraception.</em></p> <p><strong><em>Keywords: Homecare, Selection of Contraception Tools, Pregnant Women III Trimester</em></strong></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p style="text-align: justify;">Penggunaan alat kontrasepsi setelah melahirkan begitu penting untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Hampir 80% akseptor KB memilih KB hormonal, sehingga masyarakat tidak asing lagi dengan KB hormonal. Akan tetapi banyak juga akseptor yang mengeluhkan efek samping KB hormonal sehingga banyak akseptor yang <em>drop out</em>. Salah satu penyebab banyaknya akseptor <em>KB drop out</em>yakni kurangnya pemahaman tentang KB hormonal sehingga perlupemberian pendidikan kesehatan tentang KB dan metode kontrasepsi untuk meningkatkan kesadaran ibu menggunakan kontrasepsi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian <em>homecare</em> mahasiswi DIII Kebidanan pada ibu hamil trimester III terhadap jenis metode KB terpilih di Malang. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 67 responden. Analisis data menggunakan uji <em>chi-Square</em>. Hasil uji uji chi-Square P<em>value</em> 0,132 &gt; 0,05 yang berarti tidak ada hubungan signifikan antara pelayanan <em>homecare</em> dengan jenis metode KB terpilih setelah melahirkan. Diharapkan mahasiswa, institusi pendidikan dan bidan praktik bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan dengan memberikan KIE yang optimal terkait keluarga berencana dan alat kontrasepsi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Kata kunci : Homecare, Alat Kontrasepsi, Ibu Hamil Trimester III</em></strong></p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> Ervin Rufaindah Copyright (c) 2019 OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/338 Fri, 01 Feb 2019 00:00:00 +0000 SUPLEMENTASI VITAMIN A BAGI IBU POST PARTUM DAN BAYI http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/339 <p style="text-align: justify;"><em>Retinol supplement (Vitamin A) functions to reduce mortality and morbidity, vitamin A plays a role in the immune system, maintains against infections such as measles, diarrhea, and ARI. Other consequences that have a very serious impact on vitamin A deficiency (KVA) are night blindness, corneal damage, and blindness. Mother's milk is the main source of nutrition for babies because babies only consume breast milk until they are 6 months old, the perinatal period and neonatal risk of running out of nutrient reserves, especially for mothers who suffer from micronutrient deficiency. Provision of vitamin A supplements to postpartum mothers serves to maintain Retinol levels in red blood cells and breast milk because breast milk is the main food containing vitamin A supplements obtained by babies to prevent Xerophthalmia. This study was a literature review using computerized data searches namely BMC Pediatrics, the Cochrane Collaboration, Journal de Pediatria, ISRN Public Health, European Clinical and Nutrition Journal, and Food Journal. In response to vitamin A deficiency in Indonesia, the Indonesian Ministry of Health makes an effective and beneficial strategy in improving or preventing high doses of vitamin A in infants, toddlers, and postpartum mothers. In this literature study, the authors limit only discussing the provision of vitamin A in postpartum mothers.</em></p> <p style="text-align: justify;"><em>&nbsp;</em></p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Keywords: Post Partum, Vitamin A</em></strong></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p style="text-align: justify;">Suplemen retinol (Vitamin A) berfungsi untuk menurunkan angka kematian dan angka kesakitan, vitamin A berperan terhadap sistim kekebalan tubuh, mempertahankan terhadap infeksi seperti campak, diare, dan ISPA. Akibat lain yang berdampak sangat serius dari kekurangan vitamin A (KVA) adalah buta senja, kerusakan kornea dan kebutaan. Air Susu Ibu adalah sumber gizi utama bagi bayi &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;karena bayi hanya mengkonsumsi ASI saja sampai berumur 6 bulan, periode perinatal dan neonatal berisiko untuk kehabisan cadangan gizi, terutama untuk ibu yang menderita defisiensi mikronutrient. Pemberian suplemen vitamin A pada ibu nifas berfungsi menjaga kadar Retinol dalam sel darah merah dan ASI, karena air susu ibu &nbsp;adalah makanan utama yang mengandung suplemen vitamin A didapat bayi untuk mencegah&nbsp;<em>Xeroftalmia.</em>&nbsp;Studi ini merupakan tinjauan literatur Menggunakan pencarian data terkomputerisasi yaitu BMC Pediatrics, the Cochrane coboration, Journal de pediatria, ISRN public Health, jurnal klinik dan nutrisi Eropa, dan jurnal pangan. Penanggulangan kekurangan vitamin A di Indonesia, Departemen Kesehatan RI membuat strategi yang efektif dan bermanfaat dalam memperbaiki atau mencegah kekurangan vitamin A dosis tinggi pada bayi, balita, dan ibu nifas. Pada studi literatur ini penulis membatasi hanya membahas pemberian vitamin A pada ibu nifas.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kata Kunci:&nbsp;<em>Post Partum</em>, Vitamin A</strong></p> Deni Maryani Copyright (c) 2019 OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/339 Fri, 01 Feb 2019 00:00:00 +0000 PENGARUH KEMAMPUAN VULVA HYGIENE TERHADAP WAKTU PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM PRIMIPARA http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/340 <p style="text-align: justify;"><em>Vulva hygiene (care perineum) is action to clean and nourish the pubic area/femininity in women especially postpartum perineal injuries. The purpose of this study was to investigate the effect of a mother's ability to hygiene vulva against time postpartum perineal wound healing. This research used a method correlation study, the design of a prospective longitudinal study (cohort). The samples were all postpartum mothers who suffered rupture/perineal wound in the village health center Geger working area Turi Lamongan as many as 30 respondents. Data collected vulva hygiene by giving questionnaires to mothers postpartum, whereas perineal wound healing time was collected using observation sheet. Then cross-tabulated and statistical test Spearman rank. The results showed that maternal postpartum less capable in performing vulvar hygiene are all experiencing delays wound healing as many as 14 people (100%), while the ability of the vulva hygiene pretty largely experiencing slow wound healing, as many as 7 people (63.64 %), as well as the ability vulva good hygiene all experienced rapid healing of wounds as many as 5 people (100 %) . From the statistical test results obtained ρ Spearman rank count (0.000 &lt; 0.05), which means there is the influence of vulvar hygiene capability to perineal wound healing time in the post-partum mothers.</em></p> <p style="text-align: justify;"><em>&nbsp;</em><strong><em>Keywords : Ability Vulva Hygiene, Wound Healing Time, Post Partum Mothers</em></strong></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p style="text-align: justify;"><em>Vulva hygiene (care perineum)</em>&nbsp;adalah tindakan untuk membersihkan dan menutrisi area kemaluan/kewanitaan pada wanita terutama postpartum cedera perineum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan ibu terhadap kebersihan vulva terhadap penyembuhan luka perineum post partum waktu. Penelitian ini menggunakan metode studi korelasional, desain penelitian longitudinal prospektif (cohort). Sampel adalah semua ibu nifas yang mengalami ruptur / luka perineum di puskesmas desa wilayah kerja Turi Lamongan sebanyak 30 responden. Pengumpulan data kebersihan vulva dengan memberikan kuesioner kepada ibu postpartum, sedangkan waktu penyembuhan luka perineum menggunakan lembar observasi. Kemudian dilakukan uji tabulasi silang dan statistik peringkat Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postpartum ibu yang kurang mampu dalam melakukan kebersihan vulva semuanya mengalami keterlambatan penyembuhan luka sebanyak 14 orang (100%), sedangkan kemampuan kebersihan vulva sebagian besar mengalami penyembuhan luka lambat, sebanyak 7 orang (63,64%). ), serta kemampuan vulva baik hygienenya semua mengalami penyembuhan luka yang cepat sebanyak 5 orang (100%). Dari hasil uji statistik yang diperoleh ρ Spearman rank count (0,000 &lt;0,05), yang berarti ada pengaruh kemampuan kebersihan vulva terhadap waktu penyembuhan luka perineum pada ibu nifas.</p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Kata Kunci: Kemampuan Kebersihan Vulva, Waktu Penyembuhan Luka, Post Partum</em></strong></p> Ponco Indah Arista Sari Copyright (c) 2019 OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/340 Fri, 01 Feb 2019 00:00:00 +0000 FAKTOR-FAKTOR RESIKO PENYEBAB TERJADINYA STUNTING PADA BALITA USIA 23-59 BULAN http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/341 <p style="text-align: justify;"><em>Stunting is a chronic malnutrition problem that occurs in toddlers which causes short toddlers and linear growth retardation (RPL) which can subsequently affect health outwardly but includes mental and emotional health, even intelligence or intellect. The purpose of this study was to determine and analyze the relationship between risk factors that cause stunting in infants aged 23-59 months in Panduman village. The research design used cross-sectional with 111 samples of toddlers obtained by simple random sampling. Data measurement through TB measurement, questionnaire interview, and food recall and analysis using Chi-square. The results showed the prevalence of stunting was 32.5% and normal toddlers were 67.5%. Statistical analysis showed a significant relationship between the factors of death (maternal age at pregnancy, maternal nutritional status during pregnancy), postnatal factors (Exclusive breastfeeding, immunization history, infectious diseases), family characteristics (maternal education, father's work, and socioeconomic status) with the incidence of stunting. &nbsp;</em></p> <p><em>&nbsp;</em><strong><em>Keywords: Stunting, Causative factor, Toddlers Aged 23-59 Months.</em></strong></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong>Stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronis yang terjadi pada balita yang menyebabkan balita pendek dan terjadi retardasi pertumbuhan linear (RPL) yang selanjutnya dapat berdampak pada kesehatan secara lahiriah, namun meliputi kesehatan jiwa dan emosi, bahkan kecerdasan atau intelektualnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis hubungan faktor-faktor resiko penyebab terjadinya stunting pada balita usia 23-59 bulan di desa Panduman. Desain penelitian menggunakan&nbsp;<em>cross sectional</em>&nbsp;dengan jumlah sampel 111 balita yang didapat dengancara&nbsp;<em>simple random sampling.&nbsp;</em>Pengukuran data melalui pengukuran TB, wawancara Kuesioner, dan&nbsp;<em>Foodrecall&nbsp;</em>dan Analisis menggunakan&nbsp;<em>Chi square</em>.&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 32,5 % dan balita Normal 67,5%. Analisis uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara faktor prenatal (usia ibu saat hamil, status gizi ibu saat hamil), faktor pascanatal (ASI Eksklusif, riwayat imunisasi, penyakit infeksi), Karakteristik keluarga (pendidikan ibu, pekerjaan ayah dan status sosial ekonomi) dengan kejadian stunting.</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;<strong>Kata Kunci :&nbsp;<em>Stunting</em>, Faktor Penyebab, Balita Usia 23-59 Bulan.</strong></p> Linda Ika Puspita Ariati Copyright (c) 2019 OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/341 Fri, 01 Feb 2019 00:00:00 +0000 PENGARUH KOMPOSISI PEMBUATAN PERMEN JELLY KULIT BUAH Hylocereus Polyrhizus TERHADAP ORGANOLEPTIK DAN PERCEPATAN KESEMBUHAN GEJALA COMMON COLD PADA BALITA http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/342 <p style="text-align: justify;"><em>Common cold or non-specific upper respiratory infection (ISPA) or "common cold" is an infectious disease caused by a virus and attacks the upper respiratory tract (nose). This disease is commonly experienced by children to adults. Viruses that cause Common Cold such as coronavirus and rhinovirus. Common cold can be overcome by pharmacological and non-pharmacological therapy. One of the non-pharmacological therapies to overcome the initial symptoms of common cold by consuming processed red dragon fruit skin, jelly candy.&nbsp;</em><em>The purpose of this study was to know&nbsp;</em><em>the effect of the composition of the making of Hylocereus Polyrhizus leather jelly in organoleptic and acceleration of healing of common cold symptoms in toddlers.</em><em>&nbsp;The design of this study was Quasi experiment with one-group pretest-posttest design. The sample in this study were children aged 1-5 years who experienced a common cold, which was as many as 10 children. Organoleptic test results for jelly candies based on a test of color, taste and texture preferences found in jelly candies treatments 3 and 4 (T3 &amp; T4). The content of Vitamin C in T4 (10% dragon fruit skin composition) is greater than T3 (Composition of dragon fruit skin 15%) which is 1.57&gt; 1.24 mg / 100g&nbsp;</em><em>and</em><em>&nbsp;there is an effect of accelerating the recovery of common cold symptoms in infants.</em></p> <p><strong><em>Keywords : Red Dragon Fruit Skin (Hylocereus Polyrhizus), A Symptom Of Common Cold, Toddlers.</em></strong></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p style="text-align: justify;"><em>Common cold</em>&nbsp;atau Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) non spesifik atau “flu biasa” merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan menyerang saluran pernapasan atas (hidung). Penyakit ini umumnya dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa. Virus yang menyebabkan&nbsp;<em>Common Cold</em>&nbsp;seperti&nbsp;<em>coronavirus</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>rhinovirus</em>.&nbsp;<em>Common cold</em>&nbsp;dapat diatasi dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non-farmakologi untuk mengatasi gejala awal&nbsp;<em>common cold</em>&nbsp;dengan mengkonsumsi olahan kulit buah naga merah yaitu permen jelly.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi pembuatan permen jelly kulit bua&nbsp;<em>Hylocereus Polyrhizus&nbsp;</em>&nbsp;terhadap organoleptik dan percepatan kesembuhan gejalan&nbsp;<em>common cold&nbsp;</em>pada Balita. Desain penelitian ini adalah&nbsp;<em>Quasi eksperiment</em>&nbsp;dengan rancangan&nbsp;<em>one-group pretest-posttest</em>. Sampel dalam penelitian ini adalah anak usia 1-5 tahun yang mengalami&nbsp;<em>common cold</em>&nbsp;yaitu sebanyak 10 anak. Hasil Uji organoleptik terhadap permen jelly berdasarkan uji kesukaan warna, rasa dan tekstur terdapat pada permen jelly treatment 3 dan 4 (T3 &amp; T4). Kandungan Vitamin C pada T4 (komposisi kulit buah naga 10%) lebih besar dibandingkan T3 (Komposisi kulit buah naga 15%) yaitu 1,57 &gt; 1,24 mg/100g &nbsp;dan terdapat pengaruh percepatan kesembuhan gejala&nbsp;<em>common cold</em>&nbsp;pada balita.</p> <p><strong>Kata Kunci : Kulit Buah Naga Merah&nbsp;</strong><strong>(<em>Hylocereus Polyrhizus</em>)</strong><strong>, Gejala&nbsp;<em>Common Cold</em>, Balita.</strong></p> Lia Fitria Copyright (c) 2019 OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/342 Fri, 01 Feb 2019 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN SENAM HAMIL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENGURANGAN KELUHAN NYERI PINGGANG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/343 <p style="text-align: justify;"><em>One of the factors causing low back pain in pregnant women is pressure on the back muscles or a shift in the lower spine, this joint stress can be treated with pregnancy exercises for 30 minutes. The aim of this study was to know the effect of the development of pregnant gymnastic to reduce lower back pain in pregnant women. Pre-Experimental Research Design uses a test before and after in one group. The sampling method used Purposive Sampling. The sample consisted of 14 respondents in Sumberejo village, Banyuputih Situbondo sub-district in May. Data&nbsp;</em><em>were</em><em>&nbsp;taken from interviews and observations on pregnant women. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank test with a significance level of 50.05. The results showed that most pregnant women did not experience lower back pain 83%. While the statistical test showed that pregnancy exercise has an effect on reducing low back pain with p = 000 with p≤0.05.&nbsp; &nbsp;&nbsp;</em></p> <p>&nbsp;<strong><em>Keywords: Low back Pain, Pregnancy Exercise, Pain Scale.</em></strong></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p style="text-align: justify;">Salah satu faktor penyebab nyeri punggung bawah pada wanita hamil adalah tekanan pada otot punggung atau pergeseran tulang belakang bawah, stres sendi ini dapat ditangani dengan senam hamil selama 30 menit. Tujuan penelitian ini adalah mnngetahui pengaruh pengembangan senam hamil untuk menurunkan lebih rendah nyeri punggung pada wanita hamil. Desain Penelitian Pra-Eksperimental menggunakan uji sebelum dan sesudah dalam satu kelompok. Metode Sampling yang digunakan Purposive Sampling. Sampel terdiri dari 14 responden di desa sumberejo kecamatan banyuputih situbondo pada bulan Mei. Data diambil dari wawancara dan observasi pada ibu hamil. Data dianalisis menggunakan&nbsp;<em>Wilcoxon Signed Rank</em>&nbsp;test dengan tingkat signifikansi ≤0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil tidak mengalami nyeri punggung bagian bawah 83,%. Sedangkan uji statistik menunjukkan bahwa Senam hamil berpengaruh terhadap pengurangan nyeri punggung bawah dengan p=000 dengan p≤0,05.</p> <p>&nbsp;<strong>Kata kunci : Nyeri Pinggang , Senam Hamil , Skala Nyeri</strong>.</p> Neny Yuli Susanti, Nurul Khalifah Putri Copyright (c) 2019 OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/343 Fri, 01 Feb 2019 00:00:00 +0000 PENGARUH EMOSI TERHADAP PEMAHAMAN MAHASISWA PADA MATAKULIAH BIOKIMIA http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/344 <p style="text-align: justify;"><em>A good teaching and learning process and the fulfillment of adequate facilities must be prepared from the beginning for the realization of a quality Indonesian society. The individual administration of good education of each institution will determine how well the quality of society. Psychological factors are one of the factors that influence the learning process. The purpose of this study was to determine the effect of emotions on students' understanding of the biochemistry subjects at Sukawati Lawang</em><em>&nbsp;Midwifery Academy</em><em>. This type of research use</em><em>d</em><em>&nbsp;a cross-sectional design. The population was taken from all students at Sukawati Lawang</em><em>&nbsp;Midwifery Academy</em><em>. Data obtained through questionnaires. Based on the results of the study using Spearman rank, it is known that the Emotion correlation coefficient on Student Understanding at&nbsp; Sukawati Lawang</em><em>&nbsp;Midwifery Academy</em><em>&nbsp;0.364 is greater than r table which is equal to 0.356. This show</em><em>ed&nbsp;</em><em>&nbsp;that students</em><em>’</em><em>&nbsp;emotions ha</em><em>d</em><em>&nbsp;the closeness to students' understanding. While the significance value show</em><em>ed</em><em>&nbsp;the number 0.044 &lt;0.05. This mean</em><em>t</em><em>&nbsp;that there is an Effect of Emotions on Student Understanding on Biochemical Courses at Sukawati Lawang</em><em>&nbsp;Midwifery Academy</em><em>.</em></p> <p><strong><em>Keyword :&nbsp;</em></strong><strong><em>Keywords : Emotion, Student Comprehention.</em></strong></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p style="text-align: justify;">Proses belajar mengajar yang baik dan pemenuhan fasilitas yang memadai, harus disiapkan sejak awal demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang berkualitas. Administrasi individu pendidikan yang baik masing-masing institusi akan menentukan seberapa baik kualitas masyarakat. Faktor psikologis merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu pengaruh emosi terhadap pemahaman mahasiswa pada mata kuliah&nbsp; biokimia di AKBID Sukawati Lawang. Jenis penelitian ini mengunakan desain&nbsp;<em>cross sectional</em>. Populasi diambil dari semua mahasiswa di AKBID Sukawati Lawang. Data diperoleh melalui angket. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan&nbsp;<em>spearman</em>&nbsp;<em>rank</em>&nbsp;diketahui bahwa nilai koefisien korelasi Emosi Terhadap Pemahaman Mahasiswa di Akbid Sukawati Lawang 0.364 yang lebih besar dari r tabel yaitu sebesar 0.356. Hal ini menunjukkan bahwa emosional mahasiswa mempunyai keeratan terhadap pemahaman mahasiswa. Sedangkan nilai signifikansi menunjukkan angka 0,044&lt; 0.05. Hal ini mempunyai arti bahwa ada Pengaruh Emosi Terhadap Pemahaman Mahasiswa Pada Mata Kuliah Biokimia di Akbid Sukawati Lawang.</p> <p><strong>Kata kunci: Kata kunci: Emosi, Pemahaman Siswa</strong><strong>.</strong></p> Fifi Ratna Aminati, Niswatul Ma'rufah Copyright (c) 2019 OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/344 Fri, 01 Feb 2019 00:00:00 +0000 FAKTOR DETERMINAN ANEMIA SANTRI PUTRI http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/345 <p style="text-align: justify;"><em>Anemia is a public health problem that occurs a lot. Teenage girls have a risk ten times greater for anemia than young men. Based on the results of the general checkup report conducted by the Ibrahimy Midwifery Academy Research and Community Service Unit in December 2016 showed that 63 santri (52%) of 121 santri who underwent Hb experience anemia with Hb levels of less than 12 g / dL. Even 5 out of 63 santri who have anemia have Hg 5g / dL. The purpose of this study was to analyze the determinant of anemia in santri of the Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo Islamic Boarding School in 2017. The research design used was cross-sectional with quantitative methods. The study was conducted on December 2017-March 2018 located at the Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Islamic Boarding School in Situbondo. The sample in this study was 140 female santri in the central dormitory. The sampling technique was carried out by purposive sampling with inclusion and exclusion criteria. The research instrument used questionnaires, observation sheets, and HB Check sets. Data analysis is done univariately. The results showed that the majority of santri suffered anemia by 79%. The socio-economic characteristics (number of submissions) of the majority of students in the category were 66%. The knowledge of santri about anemia was mostly in the good category of 49%. The attitude of the santri about anemia was mostly in the sufficient category of 56%. The majority of santri's nutritional consumption is not in accordance with the AKG of 94%. The majority of santri eating patterns are erratic at 42%. The majority of the santri body mass index is in the normal category of 75%. The majority of santri menstrual patterns are in the normal category of 52%. The majority of santri during the past month had an infectious disease of 64%. The majority of santri's physical activity in the light category is 85%.</em></p> <p><em><strong>Keywords: Anemia, Determinant Factors, Female Santri, Teenage Girls</strong></em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p style="text-align: justify;">Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang banyak terjadi.Remaja putri memiliki risiko sepuluh&nbsp; kali lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra. Berdasarkan hasil laporan&nbsp;<em>general check up&nbsp;</em>yang dilakukan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Ibrahimy pada Desember 2016 menunjukkan bahwa 63 santri (52%) dari 121 santri yang melakukan&nbsp; pemeriksaan Hb mengalami anemia dengan kadar Hb kurang dari 12 g/dL. Bahkan 5 dari 63 santri yang mengalami anemia memiliki Hb 5g/dL. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor determinan anemia pada santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo Tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan adalah&nbsp;<em>crossectional&nbsp;</em>dengan metode kuantitatif. Penelitian dilakukan pada Desember 2017-Maret 2018 berlokasi di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 140 santri putri di asrama pusat. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan&nbsp;<em>&nbsp;</em><em>purposive&nbsp;&nbsp;</em><em>sampling&nbsp;</em>&nbsp;dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, lembar observasi, dan set HB Check. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menujukkan bahwa mayoritas santri menderita anemia sebesar 79%. Karakteristik sosial ekonomi (jumlah kiriman) santri mayoritas dalam kategori cukup sebesar 66%. Pengetahuan santri tentang anemia mayoritas dalam kategori baik sebesar 49%. Sikap santri tentang anemia mayoritas dalam kategori cukup sebesar 56%. Konsumsi gizi santri mayoritas tidak sesuai AKG sebesar 94%. Pola makan santri mayoritas tidak menentu sebesar 42%. Indeks masa tubuh&nbsp; santri mayoritas dalam kategori normal sebesar&nbsp; 75%. Pola menstruasi santri&nbsp; mayoritas dalam kategori normal sebesar 52%. Mayoritas santri selama satu bulan terakhir mengidap penyakit infeksi sebesar 64%. Aktivitas fisik&nbsp; santri mayoritas dalam kategori ringan sebesar 85%.</p> <p><strong>Kata Kunci : Anemia, Faktor Determinan, Santri Putri, Remaja</strong></p> Azizatul Hamidiyah, Lutfiatur Rohmani, Nurul Alfiyatuz Zahro Copyright (c) 2019 OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/345 Fri, 01 Feb 2019 00:00:00 +0000